PORTALMEDIA.ID - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyerukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memberantas praktik mafia pangan yang selama ini merugikan petani dan masyarakat.
“IPB punya sejarah panjang dan telah melahirkan banyak tokoh besar. Karena itu, pemerintah dan IPB harus bersatu untuk memastikan sistem pangan benar-benar berpihak pada petani dan rakyat,” ujar Amran, Senin (8/9/2025).
Ia menegaskan IPB sebagai kampus pertanian terbesar di Indonesia memiliki peran strategis, tidak hanya dalam melahirkan inovasi, tetapi juga menjaga integritas ekosistem pangan dari praktik kotor.
Baca Juga : Desy Ratnasari Minta Peluang Setara bagi Prajurit Perempuan di Satuan Penerbangan
Amran mengungkapkan hasil investigasi terbaru menemukan 212 dari 268 merek beras premium tidak memenuhi standar kualitas. Kasus ini telah dilaporkan ke aparat hukum untuk ditindaklanjuti.
“Mafia pangan tidak boleh dibiarkan. Mereka merugikan petani, konsumen, sekaligus menciptakan ketidakadilan. Negara tidak boleh kalah, kami akan terus bertindak tegas,” tegasnya.
Selain beras, Mentan juga menyoroti maraknya pupuk palsu dan lemahnya tata kelola pupuk bersubsidi. Ia menyebut kerugian petani akibat pupuk tanpa unsur hara mencapai Rp3,2 triliun, membuat banyak petani gagal panen meski mengandalkan modal pinjaman.
Baca Juga : Polri Perluas Direktorat PPA-PPO untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
“Petani yang hanya mengandalkan KUR akhirnya harus menanggung kerugian besar karena pupuk tidak berkualitas. Ini sangat menyakitkan,” kata Amran.
Menurutnya, kompleksitas persoalan pangan nasional menuntut sinergi lintas sektor. Peran IPB dan alumninya dinilai penting untuk membenahi masalah mendasar di bidang pertanian, mulai dari mafia pangan, pupuk, hingga tata kelola agribisnis.
“Kalau kita bergerak bersama, saya yakin masalah pangan ini bisa diselesaikan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi perjuangan kita semua,” imbuhnya.
Baca Juga : Minim Sosialisasi, DPR Minta KUHP dan KUHAP Baru Lebih Dikenalkan ke Publik
Dekan Fakultas Pertanian IPB, Suryo Wiyono, menyambut ajakan tersebut. Ia menegaskan fakultas yang berdiri sejak 1940 itu berkomitmen menjaga nilai dasar berupa inovasi, sinergi, kepeloporan, dan keberpihakan pada rakyat.
“Dengan pemerintahan Pak Prabowo yang pro-pertanian, kami optimistis peran Fakultas Pertanian IPB akan semakin nyata bagi bangsa. Momentum Dies Natalis ini menjadi sarana memperkuat kontribusi IPB bagi masa depan pertanian Indonesia,” kata Suryo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News