0%
Jumat, 12 September 2025 18:14

Pemerintah Salurkan Rp200 Triliun ke Lima Bank Himbara, BRI BNI dan Mandiri Terima Porsi Terbesar

Editor : Alif
Pemerintah Salurkan Rp200 Triliun ke Lima Bank Himbara, BRI BNI dan Mandiri Terima Porsi Terbesar
ist

Purbaya menjelaskan bahwa porsi untuk BSI lebih kecil karena skala bisnis bank tersebut juga relatif lebih kecil dibandingkan empat bank lainnya.

PORTALMEDIA.ID – Pemerintah resmi menempatkan dana sebesar Rp200 triliun ke lima bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada Jumat (12/9/2025). Penyaluran dana diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Dana tersebut didistribusikan dengan komposisi berbeda untuk tiap bank. Tiga bank besar, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, masing-masing memperoleh Rp55 triliun.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mendapatkan Rp25 triliun dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Rp10 triliun.

Baca Juga : Pemerintah Siapkan 27 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Mulai Beroperasi

Purbaya menjelaskan bahwa porsi untuk BSI lebih kecil karena skala bisnis bank tersebut juga relatif lebih kecil dibandingkan empat bank lainnya. Meski begitu, pemerintah tetap melibatkan BSI agar penyaluran pembiayaan bisa menjangkau wilayah Aceh yang hanya dapat dilayani melalui bank syariah.

“Supaya dananya bisa juga dimanfaatkan di Aceh sana,” kata Purbaya.

Penempatan dana dilakukan dalam bentuk Deposito On Call konvensional maupun syariah dengan tingkat imbal hasil 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Baca Juga : Ratusan Ekonom Desak Pemerintah Lakukan Reformasi Kebijakan Ekonomi

Skema ini tidak memiliki tenor tertentu sehingga dana dapat digunakan secara fleksibel oleh perbankan untuk menyalurkan kredit.

Menkeu menegaskan dana pemerintah ini tidak boleh digunakan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN). Tujuan utamanya adalah mendorong sektor riil melalui penyaluran kredit ke masyarakat dan dunia usaha.

“Kalau bank tidak memanfaatkan, mereka sendiri yang akan rugi karena ada biaya sekitar 4 persen. Jadi mereka pasti berpikir keras untuk menyalurkan dana ini,” tegasnya.

Baca Juga : Prabowo Gandeng Kampus Inggris, Indonesia Akan Bangun 10 Universitas Baru

Pemerintah optimistis tambahan likuiditas Rp200 triliun tersebut akan memperkuat peran perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar