PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Aparat kepolisian terus berjibaku menangani maraknya aksi tawuran di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Meski berbagai upaya sudah dilakukan, kelompok pelaku tawuran tetap nekat saling serang bahkan di saat aparat berjaga.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengatakan pengamanan telah dilakukan sejak awal tawuran pecah pada Jumat lalu. Namun, aksi itu kerap terjadi di luar dugaan.
“Tawuran itu tidak hanya malam hari. Waktu kita berjaga sampai subuh, justru pagi jam 7 mereka tawuran lagi. Kita datang bubarkan, siang mereka main lagi,” ungkap Arya, Senin (22/9/2025).
Baca Juga : Desy Ratnasari Minta Peluang Setara bagi Prajurit Perempuan di Satuan Penerbangan
Menurutnya, kelompok pelaku memanfaatkan momen ketika polisi berkeliling patroli. “Intinya mereka cari waktu saat polisi keliling baru mereka main lagi,” tambahnya.
Ironisnya, aksi tawuran juga pecah ketika polisi bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama sedang menggelar program Ngopi Kamtibmas di sekitar lokasi rawan bentrokan. Acara tersebut terpaksa dihentikan demi fokus mengamankan situasi.
“Baru saja acara dimulai dipimpin Kasat Binmas, tiba-tiba terjadi tawuran tidak jauh dari lokasi itu. Terpaksa kita hentikan kegiatan dan cari pelaku tawuran,” jelas Arya.
Baca Juga : Polri Perluas Direktorat PPA-PPO untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
* Ditonton Warga, Adrenalin Pelaku Naik
Kapolrestabes juga menyoroti peran masyarakat yang justru kerap menonton aksi tawuran. Hal itu, kata dia, membuat pelaku semakin berani.
“Kalau ditonton banyak orang, mereka merasa hebat. Tawuran ini sering jadi ajang pamer siapa yang paling jago,” tegas Arya.
Baca Juga : Minim Sosialisasi, DPR Minta KUHP dan KUHAP Baru Lebih Dikenalkan ke Publik
Berdasarkan informasi, para pelaku didominasi anak di bawah umur. Polisi menduga mereka sengaja diarahkan oleh pihak tertentu agar terlibat tawuran.
“Anak-anak ini dieksploitasi. Kalau tertangkap, hukumannya ringan. Ini yang berbahaya,” bebernya.
Arya pun mengimbau orang tua lebih ketat mengawasi anak-anaknya. “Polisi tidak bisa kerja sendiri. Dengan dukungan masyarakat, ketertiban bisa lebih cepat teratasi,” katanya.
Baca Juga : Sempat Kabur ke Semak-semak, Pelaku Perampokan Akhirnya Ditangkap Polisi
Saat ini, beberapa pos pengamanan sudah didirikan di titik-titik rawan tawuran dengan penjagaan puluhan personel gabungan TNI-Polri.
* Dua Polisi Jadi Korban
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, menuturkan dua anggota polisi terluka saat membubarkan tawuran di Jalan Kandea 3, Senin (22/9/2025).
Baca Juga : Pura-pura Belanja, Dua Emak-emak Gasak Dua Lusin Pakaian di Butik Makassar
“Ada anggota kena busur di pundak, satu lagi kena petasan di wajah dan peluru senapan angin di kaki,” ujarnya.
Bahkan, seorang perwira Polsek sempat terjebak di tengah massa saat berusaha melerai. Petugas pemadam kebakaran juga sempat diadang warga ketika hendak memadamkan api.
“Anggota dilempari batu, Damkar juga dihadang massa. Untung bisa masuk setelah kita kawal dengan kendaraan taktis,” ungkap Devi.
Ia menegaskan, kepolisian kini masih memburu para pelaku tawuran maupun provokator yang memicu keributan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News