PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR — Keinginan Ketum Projo Budi Ari bergabung dengan Partai Gerindra mendapat penolakan tegas dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Makassar. Alasannya, menjaga konsistensi arah perjuangan dan keharmonisan internal partai.
Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPC Gerindra Kota Makassar, Eric Horas, seusai rapat koordinasi bulanan yang digelar di Makassar.
Menurutnya, meski Partai Gerindra adalah partai terbuka, ada prinsip dan arah perjuangan partai yang harus dipahami dan dijalankan oleh setiap kader.
Baca Juga : Relawan Jokowi Dukung Budi Arie Kembali Pimpin Projo
Eric menjelaskan bahwa Partai Gerindra pada dasarnya terbuka untuk siapa pun yang ingin bergabung, selama memenuhi syarat umum sebagai warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun.
Namun, ia menekankan bahwa menjadi bagian dari Gerindra tidak cukup hanya dengan latar belakang dukungan terhadap figur tertentu.
“Partai Gerindra terbuka untuk siapa saja yang memenuhi syarat umum serta memahami arah perjuangan partai. Kalau karena Pak Budi Arie merasa pernah berjuang memenangkan Bapak Prabowo, itu memang kewajiban setiap kader, tetapi tidak cukup hanya di situ,” ujar Eric Horas.
Baca Juga : MenKop Targetkan Kopdes Merah Putih Raup Laba Rp1 Miliar per Tahun
Lebih lanjut, Eric menambahkan bahwa Partai Gerindra memiliki garis perjuangan yang tegas dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Karena itu, setiap orang yang ingin bergabung harus benar-benar memahami nilai perjuangan tersebut.
“Kami ingin memastikan bahwa siapa pun yang masuk ke Gerindra bukan hanya karena momentum politik, tetapi karena memiliki komitmen jangka panjang terhadap cita-cita perjuangan partai,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Makassar, Kasrudi, juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menegaskan bahwa Gerindra memang partai terbuka, namun tidak serta merta menerima siapa pun tanpa pertimbangan matang.
Baca Juga : Pemerintah Perketat Pengawasan Koperasi Simpan Pinjam, 18 Ribu KSP Akan Dimapping
“Partai Gerindra akan melihat dan mempertimbangkan setiap orang yang ingin bergabung. Harus jelas tujuannya, jangan sampai ke depan justru menimbulkan ketidakharmonisan dalam internal partai. Kalau ada potensi itu, tentu kami menolak,” ujarnya.
Kasrudi menilai bahwa menjaga soliditas internal partai jauh lebih penting dibanding sekadar menambah jumlah kader. Ia berharap setiap keputusan partai tetap mengedepankan kepentingan bersama dan menjaga marwah perjuangan Partai Gerindra di tingkat daerah maupun nasional.
“Kami tidak ingin dinamika politik personal mengganggu stabilitas dan kekompakan kader di Makassar,” tambahnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News