PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Aparat gabungan TNI-Polri terus memperketat pengamanan di kawasan pekuburan Beroanging, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyusul rangkaian tawuran yang terjadi sepanjang November 2025.
Hingga Kamis (20/11/2025), ratusan personel masih disiagakan untuk mencegah konflik susulan.
Pengamanan dipimpin langsung Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel yang juga Plh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Muhammad Ridwan.
Baca Juga : Gelar Konferensi Pers, Polda Metro Jaya Beberkan Alasan Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Hampir setiap waktu, aparat melakukan penyisiran di titik-titik rawan tawuran.
Pada pukul 10.00 Wita, Ridwan tampak kembali menyisir gang-gang kecil menggunakan sepeda motor sambil memantau situasi. Ia memastikan kondisi kawasan kini berangsur kondusif.
“Untuk tawuran beberapa hari terakhir sudah tidak ada. Kami di sini lakukan swiping dan penggeledahan di sejumlah tempat,” ujar Ridwan di lokasi.
Baca Juga : Desy Ratnasari Minta Peluang Setara bagi Prajurit Perempuan di Satuan Penerbangan
Dalam penyisiran yang dilakukan sejak Rabu malam, polisi mengamankan delapan pemuda yang tertangkap sedang mengonsumsi narkoba dan diduga hendak memicu tawuran.
“Tadi malam kita amankan delapan orang yang sedang menggunakan narkoba, dan ini sementara kita kembangkan,” tambahnya.
Ridwan juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas 10 orang yang diduga menjadi provokator utama tawuran hingga menyebabkan belasan rumah terbakar.
Baca Juga : Polri Perluas Direktorat PPA-PPO untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
“Kita juga sudah menangkap pelaku penembakan yang kemarin. Saat ini kita mengejar 10 DPO yang melarikan diri. Mereka ini pelaku tawuran, baik yang menggunakan busur panah maupun yang melakukan pembakaran rumah,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa para pelaku tidak akan diberi ruang bebas.
“Kami konsisten, semua pelaku kejahatan tidak akan enak tidur dan enak hidupnya di Sulsel. Ke mana pun larinya akan kami kejar,” tegas Ridwan.
Baca Juga : Minim Sosialisasi, DPR Minta KUHP dan KUHAP Baru Lebih Dikenalkan ke Publik
Untuk meredam potensi bentrok ulang, sebanyak 350 aparat gabungan disiagakan di sekitar lokasi.
Polri menurunkan 250 personel, sedangkan TNI mengerahkan 100 personel.
Selain itu, lima posko gabungan didirikan menggunakan tenda taktis.
Baca Juga : Sempat Kabur ke Semak-semak, Pelaku Perampokan Akhirnya Ditangkap Polisi
Tawuran antarwarga di Beroanging telah pecah beberapa kali sepanjang November. Insiden paling parah terjadi sejak Minggu (16/11/2025) hingga Selasa (18/11/2025). Seorang warga, Nursam Sutte alias Civas (40), tewas diduga akibat tembakan senapan angin di bagian kepala.
Pada Selasa siang, bentrokan kembali pecah. Ratusan massa terlibat saling serang sebagai buntut kematian Civas.
Massa bertambah beringas dengan membakar belasan rumah serta dua unit sepeda motor warga.
Polisi saat ini telah menangkap pelaku penembakan yang menewaskan Civas. Pelaku berinisial CBT (35) diamankan bersama sejumlah barang bukti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

