PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Kepolisian memastikan situasi di sekitar Asrama Papua Makassar telah kembali kondusif setelah terjadi bentrokan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat, Jumat (19/12/2025) siang.
Meski demikian, sejumlah personel kepolisian masih disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana menjelaskan bahwa kericuhan bermula saat sejumlah mahasiswa asal Papua menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Trikora.
Baca Juga : Desy Ratnasari Minta Peluang Setara bagi Prajurit Perempuan di Satuan Penerbangan
“Awalnya ada unjuk rasa mahasiswa. Kemudian sempat terjadi salah paham, ditambah adanya kelompok masyarakat yang menolak aksi tersebut, sehingga terjadi gesekan. Saat ini kondisi sudah kondusif,” ujar Arya saat ditemui awak media di lokasi kejadian.
Arya mengungkapkan, dalam upaya melerai bentrokan, sejumlah personel kepolisian justru menjadi sasaran amukan massa. Beberapa anggota dilaporkan mengalami luka ringan.
“Ada anggota yang sempat berusaha melerai namun terjadi gesekan. Alhamdulillah bisa diselesaikan, hanya ada luka lecet ringan pada anggota,” katanya.
Baca Juga : Polri Perluas Direktorat PPA-PPO untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Untuk mengamankan jalannya aksi dan mencegah meluasnya kericuhan, pihak kepolisian menerjunkan sekitar 300 personel gabungan.
“Tujuan kami adalah melayani dan mengamankan penyampaian pendapat. Silakan menyampaikan aspirasi, sepanjang tidak mengganggu ketertiban umum dan tidak dilakukan dengan tindakan negatif,” tegas Arya.
Sebelumnya, bentrokan terjadi di depan Asrama Papua yang berada di Jalan Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat siang.
Baca Juga : Minim Sosialisasi, DPR Minta KUHP dan KUHAP Baru Lebih Dikenalkan ke Publik
Kericuhan melibatkan mahasiswa dengan sejumlah warga serta pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi unjuk rasa awalnya dilakukan oleh puluhan mahasiswa Papua di depan Monumen Mandala Makassar, yang berjarak sekitar satu kilometer dari asrama.
Aksi di Monumen Mandala berlangsung relatif damai hingga massa membubarkan diri.
Baca Juga : Sempat Kabur ke Semak-semak, Pelaku Perampokan Akhirnya Ditangkap Polisi
Para mahasiswa kemudian diantar kembali menuju asrama menggunakan kendaraan truk milik kepolisian.
Namun, setibanya di depan asrama, puluhan mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan memblokir ruas jalan protokol.
Kondisi tersebut memicu kemacetan dan membuat sejumlah warga serta pengguna jalan merasa terganggu.
Baca Juga : Pura-pura Belanja, Dua Emak-emak Gasak Dua Lusin Pakaian di Butik Makassar
Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling lempar batu antara massa mahasiswa dan masyarakat di sekitar lokasi.
Aparat kepolisian yang berjaga langsung melakukan pengamanan dan pembubaran untuk mencegah bentrokan meluas.
Hingga Jumat sore, polisi memastikan situasi di sekitar Asrama Papua Makassar telah terkendali dan aktivitas lalu lintas kembali normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News