0%
Kamis, 07 Juli 2022 17:55

Pemprov Sulsel Kejar Penurunan Kasus Stunting, Target di Angka 14 Persen

Editor : Rahma
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani/IST
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani/IST

Sulsel menargetkan tahun ini angka stunting berada pada angka 14 persen.

PORTAL MEDIA.ID, MAKASSAR - Stunting atau gagal tumbuh menjadi isu nasional yang menjadi fokus pemerintah saat ini. Di Sulsel, jumlah anak dengan kondisi stunting cenderung terjadi penurunan dari tahun ke tahun.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengungkapkan, prevelensi stunting cenderung menurun. Bahkan, Sulsel menargetkan tahun ini angka stunting berada pada angka 14 persen.

"Kondisi stunting di Sulsel sekarang dari sisi data relatif menurun. Tadinya 30 persen lebih, sekarang sudah 27,6 persen. Sedikit lagi kita sudah sama dengan nasional. Nasional 24,6 persen, kita ingin 14 persen," ungkap Abdul Hayat, saat menghadiri Workshop Penguatan Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting dan Pemberian Penghargaan Hasil Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Regional I, yang dilaksanakan di Hotel Gammara Makassar, Kamis, 7 Juli 2022.

Baca Juga : Sekprov Sulsel Dorong Pemda Maksimalkan PAD Potensi SDA

Abdul Hayat mengungkapkan pentingnya sinkronisasi dan sinergitas data dalam mendukung upaya pengendalian dan penurunan stunting di daerah, melalui peran serta penyuluh dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Pilihannya adalah kebersamaan sinergitas, sinkronisasi. Mulai data, akurasi data, sangat menentukan efektivitas dan efisiensi pekerjaan pemberian layanan di masyarakat kita," jelasnya.

Untuk mencapai target yang ditetapkan, Abdul Hayat juga memastikan perlunya dukungan dalam bentuk anggaran yang memadai. Selain itu, harus ada transfer of knowledge pada pendamping melalui pelatihan terlebih dahulu, agar para pendamping ini dapat memahami persoalan stunting.

Baca Juga : Sekprov Sulsel Paparkan Capaian dan Realisasi APBD 2024 di Paripurna DPRD

"Masyarakat kita harus diedukasi mulai dari kandungan, saat lahir, sampai pada saat tumbuh kembang anak," imbuhnya.

Sekedar informasi, workshop ini dilaksanakan secara hybrid, dan dihadiri sejumlah kepala daerah dari 17 provinsi di Indonesia. Acara dibuka secara virtual oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Teguh Setiabudi. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar