PORTALMEDIA.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lemahnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat.
Menurutnya kondisi tersebut mencerminkan situasi hukum internasional yang kian janggal dan tidak berjalan efektif.
Purbaya mengaku heran melihat adanya negara yang dapat melakukan tindakan militer terhadap negara berdaulat tanpa konsekuensi tegas dari lembaga internasional.
Baca Juga : Trump Klaim Kesepakatan Damai Diteken Hari Ini, Iran Membantah dan Minta Semua Pihak Menahan Diri
“Hukum dunia sekarang terasa aneh. Ada negara yang bisa menyerang negara lain yang berdaulat, tapi seolah bisa lolos dari pengawasan PBB. Ini menunjukkan PBB sangat lemah saat ini,” ujar Purbaya usai menghadiri agenda di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/1/2025).
Meski demikian, Purbaya memastikan dinamika geopolitik tersebut belum memberikan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. Ia menyebut pasar domestik justru menunjukkan respons positif.
Menurutnya, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi salah satu indikator yang menegaskan ketahanan pasar keuangan nasional di tengah isu global.
Baca Juga : Ketegangan AS-Iran Memanas, Isu Nuklir dan Blokade Selat Hormuz Masih Jadi Ganjalan Damai
“Kalau dilihat hari ini, pasar kita baik-baik saja. IHSG malah bergerak positif,” katanya.
Tak hanya itu, Purbaya menilai peristiwa internasional tersebut berpotensi memberikan sentimen positif terhadap nilai tukar rupiah. Ia menyebut pergerakan pasar global justru membaca situasi tersebut sebagai peluang.
“Agak aneh memang, tapi itu yang terbaca oleh pasar. Rupiah justru berpeluang menguat,” ujarnya.
Baca Juga : Gencatan Senjata Rapuh! AS Gempur Basis Drone Iran, Israel Targetkan Beirut
Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya melalui operasi militer di Caracas pada Sabtu (3/1/2026).
Tak lama setelah pengumuman tersebut, Trump secara terbuka menyatakan ketertarikan Amerika Serikat untuk menguasai sumber daya minyak Venezuela.
Trump bahkan menyebut perusahaan-perusahaan minyak dan gas asal AS akan menggelontorkan investasi besar untuk mengelola sektor energi di negara Amerika Latin tersebut, sebuah pernyataan yang memicu reaksi keras dari komunitas internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
