PORTALMEDIA.ID, ACEH TAMIANG -- Sebagai bentuk kepedulian sosial, Ikatan Alumni SMA Negeri 1 (IKA Smansa) Makassar angkatan 2003 menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera.
Penyaluran bantuan dilakukan di Desa Serba, Kecamagan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (3/1/2026).
Aksi kemanusiaan ini berawal dari inisiatif Ketua IKA Smansa Makassar 2003, Wawan Inrawan, yang kemudian disambut antusias oleh para alumni.
Respons positif tersebut terlihat dari penggalangan donasi yang dibuka pada Desember lalu dan dalam waktu kurang lebih sepekan berhasil menghimpun dana sebesar Rp11.375.000.
Dana tersebut digunakan untuk membeli berbagau kebutuhan warga, di antaranya satu set sound system, perlengkapan salat, ambal masjid, Al-Qur'an, alat kebersihan, tas sekolah, goodie bag berisi jajanan anak-anak, serta 200 porsi bakso gratis yang dibagikan kepada masyarakat setempat.
Salah seorang alumni IKA Smansa Makassar 2003, Aulia Ayumi, yang telah berdomisili Medan selama 15 tahun, turut terlibat langsung dalam penyaluran bersama relawan.
Ia mengungkapkan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal jarak maupun waktu. "Kami IKA Smansa Makassar 2003, hadir untuk mengukir senyum kecil dan menyakinkan warga Desa Serba, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, bahwa mereka tak sendirian," ujar Aulia.
Menurutnya, meski kondisi wilayah terdampak belum sepenuhnya pulih, hal tersebut tidak menyurutkan semamgat para relawan dalam menyalurkan bantuan.
Aulia juga mengungkapkan tantangan yang dibadapi di lapangan, mulai dari akses jalan menuju desa yang memakan waktu sekitar dua jam hingga kondisi lingkungan yang masih berlumpur.
"Akses jalan dari simpang masuk ke desa kurang lebih dua jam. Jalanan dan area desa masih berlumpur, apalagi untuk menuju masjid. Saat banjir, masjid sempat terendam hingga kubahnya. Jadi saat pengantaran donasi, relawan juga bantu membersihkan lumpur di masjid," jelasnya.
Menutup akhir 2025, berbagai bencana alam meninggalkan duka, air mata, dan kehilangan bagi banyak masyarakat. Proses pemulihan pun menjadi perjalanan panjang yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, IKA Smansa Makassar 2003 menegaskan kehadirannya bukan hanya saat bencana ramai diperbincangkan, tetapi juga ketika para warga perlahan berusaha bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News