PORTALMEDIA.ID, SELAYAR - Tiga nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang selama hampir empat hari saat melaut di perairan Pulau Banawayya, Kecamatan Liukang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Perahu yang mereka gunakan, jenis Jolloro Sansel United JB 2023, ditemukan terdampar setelah terbawa arus hingga ke sekitar Pulau Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Minggu siang, 11 Januari 2026.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan perahu tersebut ditemukan bersama tiga nelayan yang menjadi penumpangnya dalam keadaan selamat meski sempat terombang-ambing di laut selama empat hari.
Baca Juga : Desy Ratnasari Minta Peluang Setara bagi Prajurit Perempuan di Satuan Penerbangan
“Perahu ditemukan beserta tiga orang nelayan dalam kondisi selamat setelah terombang-ambing selama empat hari sejak dinyatakan hilang kontak,” ujar Arif Anwar saat dikonfirmasi, Senin, 12 Januari 2026.
Ia menjelaskan, lokasi ditemukannya para nelayan berada di jajaran pulau-pulau kecil sekitar Kecamatan Pasalembana, Kepulauan Selayar.
Area tersebut sebelumnya telah diprediksi sebagai wilayah pencarian berdasarkan analisis SAR Map yang digunakan oleh personel Basarnas Makassar.
Baca Juga : Tim SAR Temukan 6 Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
“Beberapa hari terakhir pencarian tim SAR gabungan memang difokuskan di wilayah perairan Kepulauan Selayar. Kapal KN SAR Kamajaya 104 yang dikerahkan sebelumnya sudah berada di sekitar perairan Selayar,” jelasnya.
Saat ini, ketiga nelayan masih menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan ke keluarga masing-masing.
Mereka sementara berada di Pulau Bonerate untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Baca Juga : Polri Perluas Direktorat PPA-PPO untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
“Alhamdulillah seluruh penumpang kapal dalam kondisi selamat dan sudah berkomunikasi dengan keluarganya. Saat ini masih berada di Pulau Bonerate sambil menunggu proses pemulangan,” tambah Arif Anwar.
Sebelumnya, ketiga nelayan tersebut dilaporkan hilang setelah perahu yang mereka gunakan mengalami kerusakan saat melaut di perairan Pulau Banawayya, Kecamatan Liukang, Kabupaten Pangkep. Ketiganya masing-masing bernama Jumadi (31), Rudi (26), dan Mursalim (38).
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa ketiga nelayan berangkat melaut pada Rabu pagi, 7 Januari 2026.
Baca Juga : Komisi V DPR Desak Investigasi Transparan atas Kecelakaan Pesawat di Maros
Namun hingga beberapa hari kemudian, mereka tidak kembali dan dinyatakan hilang kontak.
“Sejak menerima laporan, kami langsung melakukan koordinasi dengan SROP Makassar dan SROP Selayar untuk menginformasikan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian,” ujar Andi Sultan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memantau titik terakhir pergerakan kapal jenis Jolloro tersebut serta meminta bantuan pemantauan dari kapal-kapal yang melintas.
Baca Juga : Korban Kedua Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Jenis Kelamin Perempuan
Basarnas Makassar juga mengerahkan Kapal KN SAR Kamajaya 104 beserta tim rescue dan peralatan pendukung untuk melakukan penyisiran di wilayah perairan yang menjadi lokasi terakhir kapal berada.
Dengan ditemukannya ketiga nelayan dalam keadaan selamat, operasi pencarian dan pertolongan pun resmi dinyatakan selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News