PORTALMEDIA.ID -- Tren mengonsumsi real food atau makanan asli semakin populer di kalangan masyarakat dan diprediksi terus berkembang sepanjang 2026.
Meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya pola hidup sehat membuat banyak orang mulai beralih dari makanan ultra-proses ke bahan pangan alami demi menjaga kesehatan, energi, dan kesejahteraan jangka panjang.
Jenis makanan real food, yang merujuk pada bahan pangan minim proses, menyajikan spektrum lengkap vitamin, mineral, serat, antioksidan, serta senyawa bermanfaat lain (nutritional dark matter).
Seluruh komponen tersebut bekerja secara sinergis dalam mendukung fungsi tubuh.
Berbagai studi menunjukkan bahwa pola makan tinggi makanan utuh mendukung asupan nutrisi yang lebih baik secara keseluruhan.
Pola ini juga dikaitkan dengan penurunan risiko kekurangan nutrisi, peningkatan sistem kekebalan tubuh, kesehatan pencernaan, hingga kesejahteraan mental.
Sejumlah penelitian observasional dan terkontrol termasuk uji coba yang dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH), menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi makanan ultra-proses cenderung mengonsumsi sekitar 500 kalori lebih banyak per hari dibandingkan mereka yang menjalani pola makan berbasis makanan utuh.
Kondisi ini terjadi bahkan ketika kandungan makronutrisi disetarakan, dan berkontribusi pada peningkatan berat badan serta risiko penyakit metabolik.
Dari sisi rasa kenyang, makanan asli secara alami lebih mengenyangkan karena kandungan serat, kadar air, dan protein yang lebih tinggi.
Kombinasi ini membantu mengatur hormon rasa lapar, seperti meningkatkan PYY yang memicu rasa kenyang, dan menurunkan ghrelin untuk rasa lapar.
Serat dari sumber tanaman utuh, seperti sayuran, buah-buahan, legum, dan serealia utuh, juga berperan penting dalam menjaga kesehatan mikrobiota usus.
Bakteri baik dalam usus berpengaruh terhadap pencernaan, imunitas, suasana hati (mood), hingga kualitas tidur.
Sejalan dengan itu, tren kesehatan 2026 yang dikenal sebagai "fiber frenzy", sebagaimana diprediksi oleh Whole Foods, menempatkan serat sebagai kunci panjang umur dan kesejahteraan.
Serat yang diperoleh dari makanan utuh dinilai jauh lebih unggul dibandingkan suplemen, karena hadir bersama paket nutrisi lengkap yang dibutuhkan tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News