PORTALMEDIA.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan bahwa keamanan siber telah menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan negara di era digital.
Menurutnya, perlindungan terhadap informasi, data, sistem, dan ruang siber merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
Djamari menekankan bahwa keamanan siber tidak lagi dapat dipandang sebagai pilihan kebijakan semata, melainkan kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi.
Baca Juga : Menkopolkam Minta Aparat di Aceh Jaga Kekompakan dan Integritas
“Keamanan siber adalah keniscayaan. Ini menjadi syarat mutlak untuk menjaga stabilitas politik, keamanan nasional, serta keberlanjutan pembangunan,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Siber dan Sandi Negara beserta seluruh jajaran atas terselenggaranya kegiatan konsolidasi awal tahun.
Ia menilai kegiatan tersebut memiliki makna strategis karena tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi ruang penyatuan visi, penajaman arah kebijakan, serta penguatan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber yang kian berkembang.
Baca Juga : Menko Polkam Ajak IARMI Jadi Teladan dalam Menjaga Persatuan Bangsa
Djamari juga mengajak seluruh personel BSSN untuk terus memperkuat peran sebagai garda terdepan pertahanan siber nasional. Ia mendorong jajaran BSSN agar mengedepankan profesionalisme, integritas, kecepatan respons, serta inovasi dalam menjalankan tugas.
“BSSN harus menjadi benteng pertahanan Indonesia di medan baru ini, dengan semangat dan dedikasi yang tinggi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menko Polkam mengingatkan bahwa perkembangan ancaman siber bergerak jauh lebih cepat dibandingkan proses pembentukan regulasi.
Baca Juga : Pemerintah Targetkan Penguatan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Perbatasan
Tantangan ke depan diperkirakan semakin kompleks, seiring munculnya serangan berbasis kecerdasan artifisial, pemanfaatan komputasi kuantum, hingga penggunaan teknologi deepfake untuk menyebarkan disinformasi secara masif.
Menurutnya, situasi tersebut menuntut kesiapan sumber daya manusia, penguatan sistem, serta sinergi antarlembaga agar Indonesia tidak tertinggal dalam menghadapi dinamika keamanan digital global.
Menutup arahannya, Djamari menyampaikan optimisme bahwa dengan semangat kebersamaan, disiplin, dan visi yang sejalan, Indonesia mampu menjadi negara yang lebih tangguh dan berdaulat di ruang digital.
Baca Juga : Pemerintah Waspadai Penyimpangan Ormas, 15 Ribu Kasus Diungkap
“Keamanan siber yang kuat akan memastikan seluruh potensi strategis bangsa dapat dikelola untuk kesejahteraan rakyat dan mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, makmur, dan berkualitas,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News