PORTALMEDIA – Sebuah kegiatan edukasi bagi remaja di Desa Tokalimbo, Kecamatan Towuti, berakhir memilukan pada Kamis (12/2/2026). Acara sosialisasi berkendara aman dan pelatihan pertolongan pertama dalam rangka Bulan K3 Nasional yang diikuti ratusan pelajar, dibubarkan paksa oleh sekelompok massa.
Sejak pagi, lebih dari 100 siswa-siswi SMP dan SMA di wilayah Loeha Raya berkumpul dengan antusias. Turut hadir para guru, aparat desa, dan petugas Puskesmas untuk memberikan materi keselamatan. Ruangan awalnya dipenuhi interaksi positif, di mana para siswa tampak bersemangat mempelajari teknik medis dasar dan keamanan di jalan raya.
Namun, suasana berubah drastis saat kelompok Aliansi Petani Loeha Raya (APL) mendatangi lokasi. Di tengah penyampaian materi, kelompok tersebut merangsek masuk dan mengambil alih panggung. Dengan nada keras dan penuh ancaman, massa menyasar pihak penyelenggara, termasuk Kepala Sekolah dan aparat desa yang terlibat.
Massa menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan PT Vale, meski pihak penyelenggara telah menjelaskan bahwa agenda hari itu murni bersifat edukasi non-tambang bagi keselamatan warga dan pelajar.
Keadaan semakin mencekam saat teriakan dan makian mulai memenuhi ruangan. Banyak siswa yang terkejut hingga menangis karena merasa terintimidasi oleh aksi tersebut. Ruang belajar yang seharusnya menjadi tempat aman, seketika berubah menjadi ajang demonstrasi yang penuh tekanan.
"Kasihan anak-anak, mereka datang mau belajar cara menolong orang kalau ada kecelakaan, malah dibentak-bentak. Banyak yang ketakutan sampai menangis," ujar salah satu warga yang berada di lokasi.
Akibat situasi yang tidak lagi kondusif, kegiatan terpaksa dihentikan total. Siswa-siswi diminta meninggalkan ruangan di tengah seruan "Bubarkan kegiatan!" dari massa aksi.
Kejadian ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi para peserta didik. Mereka harus pulang dengan tangan hampa dan trauma, membuktikan bahwa konflik kepentingan orang dewasa kembali mengorbankan hak anak bangsa untuk mengecap pendidikan dengan tenang.
Hingga berita ini diturunkan, kegiatan tersebut dinyatakan selesai lebih awal demi menjaga keamanan para siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News