PORTALMEDIA – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Tenri Uji Idris, menggelar Reses Kedua Masa Persidangan Kedua Tahun Anggaran 2025/2026. Titik ketiga pelaksanaan reses ini dipusatkan di Jl. Flamboyan Barat, Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mariso, Jumat (13/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Komisi B DPRD Makassar ini menegaskan kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan untuk mengidentifikasi persoalan warga yang perlu segera ditangani.
Darurat Sanitasi dan Banjir
Baca Juga : Akui Loyalitas ARW, Danny Pomanto: Tak Ada yang Seaktif Dia di Lapangan
Lurah Mattoangin melaporkan kondisi memprihatinkan terkait sanitasi lingkungan. Berdasarkan data lapangan, terdapat sekitar 50 rumah warga di wilayah tersebut yang belum memiliki Fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) layak. Kondisi ini dinilai memicu timbulnya berbagai penyakit.
Selain itu, masalah banjir musiman akibat rumah warga yang tergenang juga menjadi keluhan utama. Meski tim Dinas Perumahan telah melakukan survei, warga mendesak adanya solusi konkret.
"Kita butuh duduk bersama agar masalah banjir tahunan di Mattoangin ini bisa diatasi. Saya juga mengimbau warga menjaga kebersihan dan memastikan ketersediaan MCK untuk menanggulangi dampak kesehatan," ujar Andi Tenri Uji.
Sebagai anggota Komisi B yang membidangi ekonomi dan keuangan, Andi Tenri mengajak warga, khususnya kaum ibu, untuk aktif dalam program bercocok tanam (urban farming).
Baca Juga : Reses di Parang Tambung: Andi Tenri Uji Idris Dorong Kemandirian Ekonomi Petani dan Nelayan
"Ibu-ibu bisa menanam sayuran seperti pakcoy dan brokoli. Selain untuk konsumsi anak agar sehat, hasilnya juga bisa dijual untuk membantu ekonomi keluarga. Untuk bapak-bapak, sektor perikanan atau penambakan juga bisa kita maksimalkan," tambahnya.
Keluhan Warga: Dari PKL hingga KIS
Sesi dialog berlangsung dinamis dengan berbagai aspirasi yang mencuat.
Baca Juga : Serap Aspirasi Warga Ujung Pandang, Ridwan A. Wittiri Tekankan Pemutakhiran Data Bansos
Ketua RW 02, Muzakkir mengeluhkan, kurangnya fasilitas penunjang seperti kursi dan tenda kematian, serta ketiadaan gerobak sampah untuk aksi bersih-bersih rutin.
Selain itu, ada Maryati yang mempertanyakan pencabutan bantuan KIS (Kartu Indonesia Sehat) akibat perubahan status desil kemiskinan yang dianggap tidak akurat dan berbayar.
Ada juga perwakilan Pedagang Kaki Lima, menyuarakan kekecewaan atas penggusuran mendadak yang memutus mata pencaharian mereka.
Menanggapi hal tersebut, Andi Tenri Uji menyatakan komitmennya untuk mengawal setiap aspirasi ke tingkat pemerintah kota.
Terkait PKL, ia menegaskan posisi Fraksi PDI Perjuangan yang kecewa terhadap penggusuran sepihak. "Kami sudah meminta pemerintah kota melakukan relokasi dan memberikan tempat yang layak. Saya menuntut nasib pedagang diperhatikan, jangan asal gusur tanpa solusi," tegasnya.
Mengenai KIS dan bantuan sosial, Andi Tenri menginstruksikan pihak kelurahan untuk memperbarui data pendapatan warga secara transparan agar bantuan tepat sasaran. Ia juga berjanji akan membantu pendataan ulang bagi warga yang kepesertaan BPJS-nya nonaktif.
Baca Juga : Ungkapan Cinta Andi Tenri Uji untuk 53 Tahun PDI Perjuangan
"Untuk bantuan kursi dan tenda, Insya Allah akan kami bantu secara pribadi demi keperluan kemanusiaan. Sedangkan untuk gerobak dan motor sampah, akan ada penambahan dari pemkot hasil Musrenbang kemarin. Sisanya, akan saya tindak lanjuti di dinas terkait," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News