PortalMedia.ID, JAKARTA – Kebijakan pemerintah dalam menerapkan skema Work From Home (WFH) dan rencana pembatasan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai sebagai langkah krusial untuk menekan penggunaan energi harian di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov, mengungkapkan bahwa langkah-langkah ini sangat potensial untuk mengontrol konsumsi BBM nasional yang saat ini mencapai angka 175 ribu kiloliter per hari.
"Ada kebijakan-kebijakan pemerintah seperti WFH dan pembatasan, itu nantinya bisa kita ukur keberhasilannya. Ketika konsumsi mengalami penurunan, khususnya BBM subsidi, otomatis akan mengurangi beban subsidi dan kompensasi negara," ujar Abra dalam diskusi ekonomi, Kamis (2/4).
Penerapan WFH bagi ASN setiap hari Jumat serta imbauan serupa bagi sektor swasta merupakan respons pemerintah terhadap konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. Menurut Abra, di tengah variabel eksternal yang sulit dikendalikan—seperti harga minyak dunia dan nilai tukar—pengendalian konsumsi domestik adalah instrumen yang paling realistis bagi pemerintah.
Ia mengingatkan pengalaman tahun 2022 saat konflik Rusia-Ukraina meletus. Kala itu, anggaran subsidi dan kompensasi energi membengkak hingga 125 persen, melonjak dari Rp152 triliun menjadi Rp551 triliun.
"Setiap kenaikan harga BBM subsidi pasti punya sensitivitas terhadap inflasi. Oleh karena itu, menaikkan harga sebaiknya menjadi opsi terakhir," tambahnya.
Sebagai alternatif penyeimbang fiskal, Abra mendorong pemerintah untuk memperkuat reformasi subsidi energi dan mempercepat diversifikasi energi. Langkah-langkah seperti migrasi ke kendaraan listrik, penggunaan CNG untuk industri, serta perluasan jaringan gas rumah tangga dianggap sebagai strategi "quick wins" untuk mengamankan APBN.
"Kita tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi fiskal selama kita bisa mengontrol sisi belanja melalui pengendalian konsumsi energi ini," tutup Abra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News