0%
Senin, 06 April 2026 16:49

Geger! Trump Ucap ‘Alhamdulillah’ Sambil Gertak Iran: Buka Selat Hormuz atau Pergi ke Neraka!

Editor : Redaksi
Geger! Trump Ucap ‘Alhamdulillah’ Sambil Gertak Iran: Buka Selat Hormuz atau Pergi ke Neraka!
ist

Ketegangan di Selat Hormuz memang tengah menjadi perhatian dunia. Jalur ini merupakan urat nadi pengiriman minyak global. Tindakan Iran yang dianggap memperketat pengawasan dan mengganggu lalu lintas kapal tanker di wilayah tersebut memicu lonjakan harga energi di pasar internasional.

PORTALMEDIA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kehebohan di panggung geopolitik internasional. Dalam pernyataan terbarunya yang bernada keras, Trump mendesak Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya, atau menghadapi konsekuensi yang sangat fatal.

Menariknya, di tengah ketegangan tersebut, Trump sempat melontarkan kata "Alhamdulillah" saat menyinggung soal potensi perdamaian jika permintaannya dikabulkan. Namun, ucapan itu segera diikuti dengan ancaman militer yang mengerikan.

"Kita ingin perdamaian, alhamdulillah, itu bagus. Tapi Iran harus segera membuka Selat Hormuz sekarang juga. Jika mereka terus memblokir atau mengganggu jalur perdagangan dunia tersebut, mereka bisa pergi ke neraka," ujar Trump dengan gaya bicaranya yang lugas, Senin (6/4/2026).

Jalur Logistik Dunia Terancam

Ketegangan di Selat Hormuz memang tengah menjadi perhatian dunia. Jalur ini merupakan urat nadi pengiriman minyak global. Tindakan Iran yang dianggap memperketat pengawasan dan mengganggu lalu lintas kapal tanker di wilayah tersebut memicu lonjakan harga energi di pasar internasional.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan tinggal diam melihat stabilitas ekonomi global terganggu. Baginya, Selat Hormuz adalah jalur internasional yang tidak boleh diklaim secara sepihak untuk kepentingan politik tertentu.

Respons Keras dari Teheran

Pernyataan "ke neraka" yang dilontarkan Trump langsung memantik reaksi panas dari pemerintah Iran. Teheran selama ini berdalih bahwa kehadiran militer mereka di Selat Hormuz adalah untuk menjaga kedaulatan wilayah dan keamanan dari campur tangan asing.

Sejumlah pengamat menilai gaya bahasa Trump yang mencampurkan istilah religius dengan ancaman militer adalah strategi provokasi untuk menekan mental lawan. Namun, hal ini justru dikhawatirkan akan memicu eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Dunia Waspada

Hingga berita ini diturunkan, pasar minyak dunia dilaporkan bereaksi terhadap gertakan Trump. Para pemimpin negara-negara besar di Eropa dan Asia kini menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri guna menghindari perang terbuka yang bisa menghancurkan ekonomi global yang baru saja pulih.

Akankah gertakan Trump membuahkan hasil, atau justru menjadi sumbu ledak konflik baru di tahun 2026 ini?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar