0%
Kamis, 29 September 2022 08:28

Stok Menipis, Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak

Editor : Redaksi
Stok Menipis, Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak
ist

Pergerakan harga minyak mentah dunia terjadi akibat stok minyak mentah yang menipis dan kenaikan nilai tukar dollar AS.

PORTALMEDIA.ID – Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (28/9/2022) waktu setempat. Pergerakan harga minyak mentah dunia terjadi akibat stok minyak mentah yang menipis dan kenaikan nilai tukar dollar AS.

Dikutip Portal Media dari CNBC, harga minyak mentah berjangka Brent naik 3,5 persen di level 89,32 dollar AS per barrel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak 4,65 persen pada level 82,15 dollar AS per barel.

Stok minyak mentah AS turun 215.000 barrel dalam sepekan terakhir, sementara itu stok bensin dan minyak suling masing–masing turun 2,4 juta dan 2,9 juta berrel. Hal ini terjadi menyusul beberapa pemadaman yang terjadi di beberapa kilang minyak di AS.

Baca Juga : Stok BBM SPBU Swasta Mulai Langka, Operasional Shell di Bekasi Lumpuh Total

Di Teluk Meksiko, terjadi pemangkasan produksi sekitar 190.000 barel per hari atau 11 persen dari total produksi karena badai Ian. Hal ini mendorong harga bensin di tingkat grosir mengalami kenaikan harga.

Sementara itu, ekuitas global turun dari posisi terendah dua tahun pada hari Rabu, setelah Bank of England menyebut akan masuk ke pasar obligasi untuk membendung kenaikan biaya pinjaman. Hal ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran investor di seluruh sistem keuangan.

Sedangkan nilai tukar dollar AS melonjak pada perdagangan hari Rabu karena kenaikan suku bunga global memicu kekhawatiran resesi. Nilai dollar AS yang kuat mengurangi permintaan minyak, karena mendorong harga yang lebih mahal bagi para pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Baca Juga : Pemerintah Akui Kebijakan Keliru Sebabkan Ekonomi Melambat di Awal Tahun

Goldman Sachs memangkas perkiraan harga minyak 2023 pada hari Selasa lalu, karena ekspektasi permintaan yang lebih lemah dan nilai tukar dollar AS yang lebih kuat. Di sisi lain, produsen OPEC+ akan melakukan pertemuan pada 5 Oktober mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Rusia diperkirakan akan mengusulkan pengurangan produksi minyak mentah sebesar 1 juta barrel per hari. Hal ini dilakukan menyusul rencana beberapa negara yang akan membatasi harga minyak Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer