MAKASSAR, portalmedia.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar khidmat di Tribun Lapangan Karebosi, Senin (1/6/2026).
Upacara yang memperingati momentum bersejarah setiap tanggal 1 Juni ini diikuti oleh unsur Forkopimda, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Makassar, personel TNI-Polri, hingga perwakilan pelajar.
Turut hadir mendampingi Wali Kota, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda, serta Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa.
Baca Juga : Hadiri Sannipata Waisak 2570 BE, Munafri Arifuddin: Makassar Tak Akan Besar Jika Ego Sektoral
Dalam kesempatan tersebut, Munafri membacakan naskah pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia sebagai amanat utama upacara.
Jangkar Moral Hadapi Tantangan Global
Munafri menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan yang berulang. Momentum ini merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali apakah nilai-nilai ideologi negara telah terimplementasi dengan baik.
Baca Juga : Jadi ‘Lebarannya Pelari’, Munafri Sebut MHM 2026 Beri Multiplier Effect Bagi Hotel dan UMKM
"Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia," jelas wali kota yang akrab disapa Appi itu.
Ia menguraikan, Pancasila harus diposisikan sebagai jangkar moral bangsa. Terutama dalam menghadapi derasnya tantangan global saat ini, mulai dari disrupsi teknologi digital hingga dinamika geopolitik dunia yang kian dinamis.
Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan
Baca Juga : Dukung Wellness Tourism, Aliyah Mustika Ilham Hadiri Grand Opening HIGAR CPI
Di hadapan peserta upacara, Appi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Makassar, untuk mengawal dan menghidupkan Pancasila melalui tindakan nyata sehari-hari.
"Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," tambahnya.
Melalui spirit dasar negara ini, ia berharap komitmen warga semakin kuat untuk menjaga keharmonisan sosial demi membangun Kota Makassar yang maju, unggul, inklusif, aman, serta berkelanjutan.
Baca Juga : Sabet Terbaik I Creative Financing dari Kemendagri, Kota Makassar Kantongi Insentif Rp3 Miliar
Fondasi Pelayanan Publik yang Adil
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham turut menambahkan bahwa nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila wajib menjadi fondasi utama dalam roda pemerintahan dan pelayanan publik di daerah.
"Hari Lahir Pancasila mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa harus selalu berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan," tutur Aliyah.
Baca Juga : Lewat Makassar Move, Wali Kota Munafri Ajak Warga Olahraga Sambil Awasi Fasilitas Publik
Ia menekankan, Pemkot Makassar memegang tanggung jawab penuh untuk mengalirkan napas Pancasila ke dalam setiap program kerja dan kebijakan yang dilahirkan.
"Semangat keadilan, kemanusiaan, dan gotong royong harus menjadi dasar dalam mewujudkan pembangunan yang merata. Dengan begitu, manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga Kota Makassar tanpa terkecuali," kuncinya (red).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News