JAKARTA, portalmedia.id — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, angkat bicara guna meredam rumor liar yang beredar di publik terkait isu perombakan (reshuffle) kabinet, khususnya pada pos krusial bendahara negara. Istana menegaskan tidak ada rencana untuk mengganti Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam waktu dekat.
Pernyataan tegas ini sekaligus mematahkan spekulasi yang menyebutkan bahwa posisi Purbaya terancam dicopot dan bakal digantikan oleh mantan Menkeu periode terdahulu, Chatib Basri, di dalam jajaran Kabinet Merah Putih.
"Tidak ada, tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan. Berkali-kali sudah kami sampaikan tidak ada rencana reshuffle," ujar Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Baca Juga : Munafri Buka Peluang Kerja Sama Investasi untuk Pengembangan Penerangan Jalan Kota Makassar
Prasetyo mengimbau agar publik serta pelaku pasar keuangan tidak mudah terpengaruh oleh pusaran rumor yang berkembang tanpa dasar argumentasi yang jelas. Ia menggarisbawahi bahwa ritme kerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bertumpu pada indikator kinerja riil, bukan atas dasar dinamika isu liar di media sosial.
"Kita kerja tidak berdasar isu," tambah Mensesneg secara lugas guna memberikan kepastian regulasi dan menjaga sentimen positif di pasar modal tanah air.
Menkeu Purbaya Tetap Fokus Garap Proyek Strategis
Baca Juga : Ketegangan Timur Tengah Memuncak, Iran Balas Gempuran Israel Setelah Klaim ‘Garis Merah’ Dilanggar
Di tengah hantaman isu pencopotan dirinya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa justru terpantau tetap fokus menjalankan agenda-agenda strategis kementerian. Awal pekan ini, Purbaya melakoni serangkaian peninjauan layanan kepabeanan di Pelabuhan Tanjung Priok serta menghadiri peluncuran retail komersial guna mengawal stabilitas arus logistik nasional.
Bahkan, Kementerian Keuangan (Kemenau) mengonfirmasi bahwa Purbaya tengah bersiap melakukan perjalanan dinas internasional ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026 ini.
Kunjungan luar negeri tersebut membawa misi penting negara untuk mempromosikan instrumen surat utang global berdenominasi yuan (Panda Bond) serta meyakinkan para investor global mengenai kuatnya fundamental ekonomi makro Indonesia.
Baca Juga : TPA Antang Berbenah Total, Air Lindi Diolah Menggunakan Teknologi Eco True dan Sampah Ditata Berlapis
"Pemerintah akan terus menjaga APBN tetap sehat, prudent, adaptif, dan kredibel guna memperkuat stabilitas, menjaga momentum pertumbuhan, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan," tegas Purbaya dalam rilis berkala APBN KiTa.
Melalui klarifikasi berkali-kali dari pihak Istana Negara serta tetap bergulirnya agenda luar negeri Menkeu, stabilitas sektor moneter dan fiskal diharapkan tetap terjaga di tengah fluktuasi ekonomi global saat ini. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News