PORTALMEDIA.ID, SIDOARJO – Jumlah santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, yang mengalami keracunan usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG) melonjak hingga 500 orang per Rabu (2/9/2026) pagi.
Para korban dilarikan ke delapan rumah sakit di kawasan Sidoarjo. Hingga kini, sebanyak 320 santri dinyatakan membaik dan telah dipulangkan, sementara 65 santri lainnya masih harus menjalani rawat inap.
RSUD Notopuro Sidoarjo tercatat menampung pasien terbanyak dengan total 334 santri. Dari jumlah tersebut, 239 pasien sudah pulang, 92 orang masih dalam masa observasi, dan tiga santri menjalani rawat inap intensif.
Sisanya dirawat di tujuh rumah sakit lain:
RS Siti Hajar: 74 pasien
RSU Aisyiyah Siti Fatimah: 47 pasien
RS Delta Surya: 20 pasien
RS Pusura: 13 pasien
RS Pusdik Bhayangkara Porong: 8 pasien
RS Arafah Anwar Medika: 3 pasien
RS Anwar Medika: 1 pasien
Insiden bermula saat para santri menyantap menu MBG pada Selasa (1/9) sekitar pukul 13.00 WIB. Paket makanan tersebut berisi nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel. Selang beberapa jam, para santri mulai mengeluhkan gejala mual, pusing, hingga lemas.
Ketua Yayasan Ponpes Manbaul Hikam, KH Abdul Wahid Harun (Gus Wahid), menegaskan bahwa pihak pesantren murni berstatus sebagai penerima manfaat dan tidak terlibat dalam proses pengolahan konsumsi. Makanan tersebut dipasok langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.
"Soal SPPG bukan ditangani pesantren, tapi dari Kalitengah. Kami hanya menerima manfaat saja," kata Gus Wahid saat ditemui di RSUD Notopuro.
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, menyatakan penyebab pasti keracunan masih diinvestigasi secara mendalam. Investigasi tidak dapat terburu-buru menyimpulkan menu tertentu sebagai biang keladi kejadian tersebut.
"Nggak segampang itu. Ada yang nggak nyentuh sayurnya, tapi juga mengalami masalah keracunan makanan," pungkas Emil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
