0%
Jumat, 09 Oktober 2026 22:24

Polemik Pipa Minyak PT Vale di Wasuponda: Ada Suara Warga Balambano yang Mendukung

Editor : Agung
Polemik Pipa Minyak PT Vale di Wasuponda: Ada Suara Warga Balambano yang Mendukung
ist

Arpa menilai keberadaan operasional perusahaan selama ini telah membawa perubahan signifikan terhadap taraf hidup masyarakat Balambano, terutama dalam penyediaan akses transportasi dan fasilitas umum.

LUWU TIMUR, PORTALMEDIA— Rencana pengalihan rute (reroute) jalur pipa minyak PT Vale Indonesia Tbk di Dusun Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tidak sepenuhnya mendapat penolakan dari warga setempat.

Meski sempat memicu gelombang protes dari sebagian kelompok masyarakat, suara sebaliknya justru disuarakan oleh sejumlah warga yang mengaku tidak keberatan permukimannya dilintasi infrastruktur energi tersebut.

Arpa Jaska, warga yang telah puluhan tahun bermukim di Balambano, menyatakan dukungannya terhadap kelanjutan proyek tersebut. Ia mengaku menaruh kepercayaan pada standar teknis dan mitigasi risiko keselamatan yang diterapkan pihak perusahaan.

"Saya pribadi sama sekali tidak keberatan meskipun pipa minyak itu lewat dekat rumah. Malah, saya sangat bersyukur dengan keberadaan Vale Indonesia," kata Arpa saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Sebagai warga setempat, Arpa menilai keberadaan operasional perusahaan selama ini telah membawa perubahan signifikan terhadap taraf hidup masyarakat Balambano, terutama dalam penyediaan akses transportasi dan fasilitas umum.

"Saya tumbuh dan tua di Balambano. Kami merasakan betul bagaimana kehadiran perusahaan ini mengubah desa. Dulu betapa sulitnya kami mau membeli beras ke Wasuponda. Sekarang jalanan sudah bagus, tidak perlu lagi jalan kaki jauh hanya untuk berbelanja," tutur Arpa.

Selain konektivitas wilayah, kehadiran industri pertambangan tersebut dinilai telah menyerap tenaga kerja lokal dan menopang perekonomian keluarga di lingkar tambang.

"Banyak warga sekarang punya penghasilan tetap, termasuk saya sendiri yang bisa bekerja berkat PT Vale. Boleh dibilang, kesejahteraan warga Balambano terangkat," ujarnya.

Arpa juga menampik anggapan bahwa seluruh warga Balambano menolak rencana lintasan pipa minyak tersebut. Menurutnya, penetapan trase pipa diyakini telah melalui kajian teknis serta kepatuhan regulasi yang ketat.

"Kalau ada yang bilang semua warga Balambano menolak, itu tidak benar. Saya bahkan sudah sampaikan ke perwakilan perusahaan, sekalipun pipa minyak itu harus melintas di atas tanah pribadi saya, saya tidak akan menuntut ganti rugi. Saya paham penentuan titik jalur seperti ini tidak dilakukan asal-asalan, pasti ada hitungan teknisnya," tegas Arpa.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar wacana pengalihan rute dipertimbangkan secara matang. Ia mengkhawatirkan opsi pergeseran jalur justru dapat memicu potensi sengketa lahan atau tuntutan kompensasi baru di lokasi lain.

Sebelumnya, proyek pipa minyak PT Vale Indonesia Tbk di kawasan tersebut memicu dinamika penolakan dari warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Balambano. Kelompok tersebut menyuarakan kekhawatiran terkait potensi risiko kebocoran pipa, serta meminta adanya penguatan transparansi dan sosialisasi terkait dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar

Populer