PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Lebih dari 500 pemimpin dan profesional dari berbagai sektor berkumpul di Makassar Leadership Summit (MLS) 2026. Kegiatan tersebut digelar di Sandeq Ballroom, Claro Hotel Makassar, Kamis (9/10).
Mengusung semangat "The Future of Leadership Starts Here", forum yang diselenggarakan oleh PMSM, GNIK, dan APINDO ini mempertemukan beragam perspektif kepemimpinan untuk membahas tantangan dan arah leadership di tengah perubahan teknologi, tuntutan keberlanjutan, dinamika manusia, serta ketidakpastian yang semakin kompleks.
MLS 2026 menghadirkan 18 pembicara dari berbagai latar belakang, mulai dari mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, kepala daerah, CEO dan president director, chief people officer, praktisi human capital, technology and digital leaders, leadership coach, hingga profesional dan community leaders.
Representasi peserta juga mencakup lebih dari 9 sektor industri, menjadikan MLS 2026 sebagai ruang pertemuan lintas sektor untuk memperluas percakapan mengenai masa depan kepemimpinan.
Keragaman pembicara dan perspektif menjadi salah satu kekuatan utama MLS 2026. Forum ini tidak menempatkan leadership sebagai satu formula yang berlaku untuk semua organisasi, tetapi sebagai kemampuan yang terus berkembang sesuai konteks, tantangan, manusia, teknologi, dan lingkungan tempat seorang pemimpin mengambil keputusan.
Ketua Panitia Makassar Leadership Summit 2026, Fauziah Zulfitri, http://S.Psi., M.M., PCC, mengatakan keberagaman perspektif tersebut memang menjadi bagian dari desain MLS 2026.
"Dunia yang berubah membutuhkan cara memimpin yang juga terus berkembang. Karena itu, MLS 2026 tidak kami desain untuk menawarkan satu formula tentang leadership, tetapi untuk mempertemukan berbagai perspektif dari public leadership, business, people, technology, hingga emerging leaders," ujar Fauziah.
"Harapannya, percakapan yang terjadi di sini tidak berhenti sebagai insight, tetapi menjadi refleksi yang mendorong pemimpin untuk mengambil keputusan dan tindakan yang lebih relevan bagi organisasinya," tambahnya.
Rangkaian summit kemudian ditutup dengan sesi refleksi yang mengajak peserta menarik benang merah dari seluruh pembahasan dan menerjemahkannya menjadi satu komitmen praktis setelah kembali ke organisasi.
Pertanyaan yang dibawa pulang bukan lagi sekadar apa yang telah dipelajari, tetapi "What will I do differently as a leader starting tomorrow?" Pertanyaan tersebut merangkum semangat MLS 2026 bahwa leadership tidak berhenti pada gagasan, forum, ataupun jabatan.
Leadership pada akhirnya diuji melalui nilai yang dipegang, keputusan yang diambil, perubahan yang digerakkan, dan dampak yang ditinggalkan.
Dengan mempertemukan lebih dari 500 peserta dan berbagai leadership voices dari lintas industri, Makassar Leadership Summit 2026 menempatkan Makassar sebagai ruang penting bagi pertukaran perspektif mengenai masa depan kepemimpinan Indonesia, berangkat dari nilai, terbuka terhadap perubahan, dan berorientasi pada dampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

