PORTAL MEDIA. ID, MAKASSAR- Kelangkaan Vaksin Meningitis di Sulsel dikeluhkan banyak pelaku usaha travel. Pasalnya berkurangnya vaksin menghambat proses pemberangkatan jamaah umroh dan telah merugikan perusahaan.
Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sulawesi Selatan (Sulsel), Ardiansyah mengatakan, kelangkaan vaksin meningitis ini telah menghambat bisnis jasa travel, sehingga kebijakan tersebut baiknya dihapuskan saja.
"Iya (menghambat), kalau bisa seperti yang dikatakan Anggota DPR RI itu yg dari Kalimantan ya dihapuskan aja, karena bukan persyaratan," ungkapnya ketika dihubungi Portal Media, Senin (3/9/2022).
Baca Juga : RUU BUMD Dinilai Mendesak, DPR Soroti Lemahnya Tata Kelola dan Profesionalisme di Daerah
Tapi Wakil Ketua Bidang Haji dan Umroh Asita Sulsel ini juga mengatakan bahwa pihaknya menghargai langkah Pemerintah Indonesia yang memikirkan kesehatan para jamaah haji asal Indonesia.
Tapi tetap saja menurutnya, kurangnya Vaksin Meningitis ini membuat perusahaan jasa travel terhambat. "Kami dari penyelenggara sudah menyiapkan visa tiket bookingan hotel, kita mau berangkat umroh tiba-tiba vaksin itu terbatas," jelasnya.
"Tapi kalau memang pemerintah Indonesia istilahnya memikirkan kesehatan dari jamaah umroh maupun haji baik kekebalan tubuhnya maupun kesehatan nya kami sangat rispek, tetapi melihat situasi dan kondisi sekarang kan terbatas," ujarnya.
Baca Juga : Rapat dengan DPR, Kapolri Tegaskan Penolakan Polri di Bawah Kementerian
Tambahnya, apabila ketentuan pemerintah haruslah menciptakan kekebalan tubuh untuk para jamaahnya, ia menyarankan untuk menyediakan vitamin, bahkan Amphuri dan perusahaan jasa travel bersedia untuk menyediakan sendiri.
"Kalau misalkan dari ketentuan pemerintah Indonesia untuk kekebalan tubuh cukup siapkan vitamin, kita yang beli," bebernya.
Terakhir, ia mengatakan bahwa ketentuan vaksin meningitis bukanlah persyaratan dari pemerintah Arab Saudi, tetapi ketentuan dari Pemerintah Indonesia sendiri.
Baca Juga : Peran OMSP Disebut Kunci Ciptakan Stabilitas dan Ketahanan Nasional
"Vaksin meningitis bukan persyaratan dari Arab Saudi tapi persyaratan untuk WNI yang melaksanakan ibadah umroh, jadi ini ketentuan dan persyaratan dari pemerintah Indonesia bagi umroh dan mau haji," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News