PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah sukses menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM di 24 Kabupaten/Kota untuk 664.808 Keluarga Penerima Manfaat (KPH) atau 95.48 %.
Dari data yang diterima Portalmedia, tinggal 31.471 KPH yang belum menerima BLT tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi, Anas Anwar mengatakan langkah untuk memberikan BLT sudah tepat, namun tetap harus tepat sasaran.
Baca Juga : Stok BBM SPBU Swasta Mulai Langka, Operasional Shell di Bekasi Lumpuh Total
"Kebijakan itu sudah tepat untuk membantu masyarakat, tetapi kalau tentang BLT ini kita harus akui bahwa kelemahan kita di data, saya hanya takut berulang lagi kasus-kasus yang selama ini terjadi ada orang yang tidak tepat sasaran, ada oknum-oknum yang mempermainkan lagi," ungkapnya ketika dihubungi Portalmedia, Senin (3/10/2022).
Menurut Dosen Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas) ini solusi terkait hal ini adalah dengan melakukan monitoring dan evaluasi terkait data tersebut di pemerintahan.
"Persoalannya bagaimana di monitor dengan baik diatur dengan baik agar BLT bisa tepat sasaran, jadi dari sisi monevnya harus diperkuat," bebernya.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026
Ia mengingatkan jangan sampai kesalahan-kesalahan penyaluran BLT sebelumnya terulang kembali.
"Kita kan kelemahannya basis data, jangan sampai berulang lagi (seperti BLT yang) tidak tepat sasaran dan ada lagi oknum yang akhirnya membuat masyarakat tidak menerima (BLT) secara penuh," jelasnya.
Terakhir, ia meminta kepada pemerintahan yang menurutnya paling tahu akan data yaitu di tingkat RT dan RW untuk bekerja secara profesional.
Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov
"Itulah yang kita minta bekerja secara profesional juga teman-teman yang di level paling bahwa ini sehingga benar-benar sampai ditujuannya, kalau tidak percuma saja (hanya) jadi barang komoditi politiknya," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News