PORTALMEDIA.ID -- Negosiasi dengan Rusia mungkin saja dilakukan, tetapi bukan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Komitmen itu telah digaungkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pernyataannya pekan lalu, menyusul pencaplokan empat wilayah Ukraina dalam sebuah upacara aksesi yang ditandatangani Putin.
Untuk menegaskan ketidakinginan berbicara dengan Putin, Zelensky bahkan menerbitkan sebuah dekrit yang telah ditandatanganinya pada Selasa (4/10/2022).
Dekrit itu juga untuk memberlakukan keputusan Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional (NSDC) bahwa "tidak mungkin" mengadakan pembicaraan dengan orang nomor satu di Rusia itu.
Baca Juga : Iran Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi dengan Rusia dan Tiongkok, Isu Nuklir Jadi Fokus Utama
"Dia (Putin) tidak tahu apa itu martabat dan kejujuran. Karena itu, kami siap untuk berdialog dengan Rusia, tetapi dengan presiden Rusia lainnya," kata Zelensky.
Pada Jumat pekan lalu, Zelensky mengeluarkan keputusan untuk memberi sanksi terhadap beberapa ribu badan hukum Rusia dan individu swasta serta terhadap penyelenggara referendum di Donetsk, Lugansk, Zaporozhye dan Kherson. Sanksi itu diluncurkan sesaat setelah Putin menandatangani aksesi keempat wilayah yang menyatakan ingin bergabung dengan Rusia sesuai hasil referendum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News