PORTALMEDIA.ID - Penyelenggaraan haji 1443 H/2022 M memasuki puncak haji, wukuf di Arafah. Sekitar 1 juta jemaah berkumpul di padang Arafah, mulai Jumat (8/7/2022) Waktu Arab Saudi (WAS).
Pada fase puncak ibadah haji ini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan ada sejumlah jemaah yang berhalangan datang ke padang Arafah karena kesehatan sehingga harus dibantu oleh petugas Kesehatan Haji di Makkah.
Yaqut menyebutkan sebanyak 51 jemaah yang dibadalhajikan dan 136 jemaah yang disafariwukufkan.
Baca Juga : Serahkan Bukti Tambahan ke KPK, MAKI Ungkap Yaqut Terima Rp7 Juta per Hari
Diketahui, Badal Haji atau menghajikan orang yang sudah meninggal. Sementara safari wukuf adalah kegiatan Penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia yang diperuntukan jamaah yang sakit dan uzur yang membuatnya tidak kuat pergi ke Arafah untuk wukuf.
Sementara, wukuf di Arafah adalah salah satu rukun haji yang tidak bisa digantikan dengan denda sekalipun. Jika jamaah tidak wukuf, maka tidak berhaji.
Karena itu, pemerintah Indonesia dan ulamanya saat itu membuat ijtihad diperbolehkannya safari wukuf. Yaitu, membawa jamaah haji yang dirawat di rumah sakit Indonesia ke wukuf dengan menggunakan ambulans.
Baca Juga : Menteri Agama Era SBY, Suryadharma Ali Meninggal Dunia
"Sesuai komitmen pemerintah, semua jemaah haji yang berhalangan, harus dibadalhajikan atau disafariwukufkan," terang Gus Men, panggilan akrabnya, di Arafah, Jumat (8/7/2022) dilansir situs resmi Kemenag.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News