PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar Rahmah Makassar menggelar Parenting Talkshow Mendampingi Anak dalam Dunia Digital. Acara yang digelar bekerja sama dengan Spirit Nabawiyah Community ini menghadirkan Pakar Parenting yang juga penulis buku, Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari atau yang karib disapa Abah Ihsan.
"Anak-anak fitrahnya itu mencari yang disenangi, bukan mencari apa yang dibutuhkan," ujar Abah Ihsan mengawali talkshow yang dihadiri ratusan orang tua siswa dari anak didik SDIT Ar Rahmah, di Ball Room Anging Mammiri, Hotel Dalton Makassar, Minggu (16/10/2022).
Dalam materinya, Abah Ihsan banyak menyebutkan, bahwa gadget bukanlah musuh, dan bukan untuk dihindari. Namun jangan sampai anak-anak dan orang tua justru dimafaatkan oleh dunia digital.
Baca Juga : Menteri PPPA Usul Tugas Sekolah Diberikan Secara Manual, Bukan Lewat Gadget
"Bijak sebagai orang tua, manfaatkan gadget, tidak dimanfaatkan. Anak tetap boleh bersentuhan dengan gadget, tapi didampingi," katanya.
Analogi Jalan-jalan Sendirian
Abah Ihsan menganalogikan penggunan gadget pada anak seperti mengizinkan anak-anak atau melepasnya untuk jalan-jalan sendirian ke sebuah daerah yang diinginkan.
"Apakah kita akan memberikan izin pada anak 5 tahun untuk jalan-jalan sendirian ke taman untuk bermain, mengizinkan anak 10 tahun ke Pulau Bali sendirian, atau mengizinkan anak 14 tahun ke luar negeri sendirian,?" tanya Abah Ihsan kepada peserta.
Baca Juga : Gelar Open House, GMTD dan YSPA Beri Edukasi Parenting Bahaya Gadget Bagi Anak
Hampir semua peserta yang ditanyai 1 per 1 oleh Abah Ihsan menjawab tidak akan dengan alasan bahaya, tidak aman, dan lain-lain.
"Lantas kenapa kita mengizinkan anak bermain gadget sendirian? tanpa pendampingan? Bermain gadget artinya membiarkan anak berkeliling dunia sendirian," ujarnya tegas.
"Jangan membiarkan anak bermain HP sendirian, dampingi, berikan batasan waktu, kebutuhan anak wajib dipenuhi, dan kesenangan anak wajib dibatasi," sambung Abah Ihsan.
Baca Juga : Si Kecil Kecanduan Gadget? Orang Tua Bisa Lakukan Opsi ini
Ia juga berpesan, selayaknya anak memiliki gadget di usia 18 tahun atau minimal ketika SMA. "Jangan membuat keputusan karena suara orang, saatnya menjadi orang tua bijak, sayangi anak dengan tidak memberikan gadget secara leluasa," katanya.
Boleh, asal ...
Abah Ihsan berpesan memanfaatkan gadget dalam belajar sangat banyak saat ini, seperti belajar desain grafis, coding, dll. "Namun jika peruntukannya untuk game, youtube, dll, maka hal ini menjadi bahaya untuk anak, sebab internet saat ini tidak ada filter," katanya.
Ia memberikan catatan boleh memberikan gadget pada anak, asalkan:
- Dibutuhkan, misalnya untuk belajar dan mencari pengetahuan.
- Didampingi, tidak membiarkan anak berdua saja dengan gadgetnya, misalnya tidak bermain hp di kamar, atau tidak meninggalkan anak di rumah bersama hp.
- Dipinjamkan, jadi gadget atau hp bukan menjadi milik anak, tapi menjadi benda yang dipinjamkan untuk anak.
Tips Batasi Penggunaan Gadget:
Baca Juga : Kepala DP3A Makassar Imbau Ayah Bunda Selektif dalam Pilih Jasa Penitipan Anak
Abah Ihsan juga membagikan tips untuk membatasi penggunaan gadget dengan cara yang efektif, yaitu:
- Bermain. Sisihkan waktu bermain dengan anak minimal 30 menit dalam 1 hari, namun jika bermain posisikan diri sebagai anak, bukan sebagai orang tua. Agar interkasi bermain terjadi dan kedekatan dengan anak terbangun.
- Bicara. Sisihkan waktu untuk berbicara dengan anak, izinkan anak bercerita, orang tua menjadi pendengar atau sebaliknya.
- Belajar. Ciptakan sesi belajar dengan anak dalam 1 hari. Tentang apa pun itu, misalnya one day one hadits, one day one ayat, one day one hikmah, apa pun itu. Sisihkan 1 nilai kehidupan kepada anak dalam 1 hari. Poinnya adalahb ada ilmu yang anak peroleh dari kita dalam 1 hari tersebut.
Di akhir talkshow Abah Ihsan mengatakan setiap orang tua memiliki kebijakan sendiri, dan setiap kebijakan ada konsekuensinya masing-masing.
"Lembut itu wajib, bukan lembek, jangan biarkan nilai hidup anak-anak kita dirampas oleh orang-orang asing yang ada dalam gadget," ujarnya.
Baca Juga : Waspadai Risiko yang Muncul Jika Jarak Kehamilan Terlalu Dekat
Salah satu orang tua dari SDIT Ar Rahmah, selepas acara mengatakan, dalam talkshow tersebut ia merasa menjadi orang tua yang sangat berdosa kepada anak-anaknya. "Sebab dari 3 anak saya, saya selalu membiarkan mereka menyentuh barang haram itu, bahkan ketiganya tumbuh bersama gadget, acara ini benar-benar menyadarkan saya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News