0%
Minggu, 23 Oktober 2022 14:05

Mengapa Obat Sirup Sekarang Tercemar? padahal Dulu Aman

Editor : Azis Kuba
Mengapa Obat Sirup Sekarang Tercemar? padahal Dulu Aman
ist

Prof Zullies Ikawati mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui pasti penyebab beberapa obat sirup tersebut tercemar.

PORTALMEDIA.ID -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, lonjakan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal atau GGAPA sejak Agustus ini menjadi tak biasa. hingga Jumat (21/10/2022), dilaporkan menyerang 241 anak di 22 provinsi.

Kematian pada kasus gangguan ginjal atau acute kidney injury (AKI) ini tidak melonjak tinggi dalam waktu cepat.

Menurut Budi, dugaan terbesar penyebab kasus saat ini adalah senyawa kimia yang mencemari obat-obatan sirup, yakni etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dan etilen glikol butyl ether (EGBE).

Baca Juga : Virus HMPV Melonjak di China, Kemenkes Imbau Warga Waspada

"Apakah memang sudah pasti (disebabkan oleh senyawa kimia di obat sirup)? Jauh sudah lebih pasti dibanding sebelumnya karena memang terbukti di anak ada," jelas Budi.

Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Zullies Ikawati mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui pasti penyebab beberapa obat sirup tersebut tercemar.

Namun demikian, Zullies memaparkan beberapa kemungkinan penyebabnya.

Baca Juga : Kemenag dan Kemenkes Susun Rencana Kebutuhan Obat dan Vaksin Haji 2025

"Tapi ada beberapa possibility, yang itu tentu harus dikonfirmasi lagi dengan investigasi mendalam," ujar dia, dilansir Kompas.com, Minggu (23/10/2022).

Sumber bahan baku
Pertama, kemungkinan pada batch tertentu yang beredar tahun ini terdapat perubahan sumber bahan baku.

Misalnya, bahan baku propilen glikol atau gliserin. Zullies mengatakan, kedua bahan tersebut memiliki kualitas yang berbeda.

Baca Juga : Cakupan PIN Polio di Maros Lampaui Target Kemenkes

Selain itu, bisa pula tidak dilakukan pemeriksaan mutu melalui Certificate of Analysis (COA) untuk memastikan kedua bahan baku tersebut.

"Tetapi jika ternyata industri bisa menunjukkan bahwa mereka menggunakan sumber yang sama sejak dulu, yang dulu aman-aman saja, maka possibility ini gugur," jelas Zullies.

Cara penyimpanan
Kemungkinan kedua, setelah produk berada di tangan konsumen, bisa jadi cara menyimpannya kurang tepat, seperti terpapar suhu tinggi.

Baca Juga : Kemenkes Ungkap 5 Daerah di Indonesia Dengan Kasus DBD Tertinggi

Hal ini bisa mengakibatkan penguraian bahan baku propilen glikol yang menghasilkan etilen glikol dan dietilen glikol.

Namun, kemungkinan ini tidak menjawab mengapa baru sekarang terjadi pencemaran.

Sebab, pola penyimpanan produk obat sirup oleh masyarakat kemungkinan besar tidak banyak berubah.

Baca Juga : 216.823 CJH Memenuhi Syarat Kesehatan Beribadah Haji

Selama ini, papar Zullies, stabilitas produk menjadi salah satu hal yang disyaratkan BPOM. Untuk itu, industri wajib menunjukkan hasil uji stabilitasnya.

"Tapi memang analisis EG dan DEG untuk produk akhir selama ini bukan menjadi syarat, dan bahkan sepertinya tidak pernah dilakukan," ungkap dia.

Kendati demikian, jika tidak terbukti dalam kurun waktu tertentu dan kondisi tertentu ada degradasi atau penurunan dari bahan awal, maka kemungkinan ini gugur.

Kesalahan prosedur
Zullies kembali memaparkan, kemungkinan ketiga dari penyebab tercemarnya obat dengan senyawa berbahaya adalah unsur missconduct atau kesalahan dalam pembuatan produk obat.

Misalnya, dengan sengaja mencampurkan propilen glikol dengan EG atau DEG sebagai co-solvent atau pelarut.

Dia mengingatkan, kemungkinan ini berimplikasi hukum, sehingga perlu dibuktikan dengan benar dan akurat.

"Saya tidak yakin industri farmasi yang besar akan melakukan hal yang bodoh ini karena jelas sebuah pelanggaran," kata Zullies.

Namun, jika ketiga kemungkinan tersebut gugur atau tidak terbukti, maka ada faktor lain di luar obat yang menjadi penyebab hal ini.

Sebab ada kemungkinan sumber cemaran berasal dari faktor lain.

"Jika semua possibility ini gugur, maka mungkin ada faktor di luar obat. Bisa penyakit, makanan, dan lain-lain. Karena sumber cemaran mungkin bisa berasal dari sumber lain," tandas dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer