0%
Kamis, 03 November 2022 22:21

Penuh Polemik, Alasan Pengunduran Diri Massal 7 Guru Besar Unhas Terungkap

Penulis : wiwi amaluddin
Editor : Rasdiyanah
Ilustrasi
Ilustrasi

Universitas Hasanuddin Makassar atau Unhas sempat dihebohkan dengan pengunduran diri massa 7 guru besar dari FEB pada Rabu (2/11/2022) kemarin.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) sempat dihebohkan oleh pengunduran diri 7 guru besarnya secara bersamaan dari Program Doktoral Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Hasanuddin (Unhas), pada Rabu (2/11/2022) kemarin.

Ketujug guru besar ini diketahui mengundurkan diri sebagai tenaga pengajar dan pembimbing untuk S3. Belakangan diketahui, hal ini diduga karena adanya silang pendapat dan intervensi dari Pimpinan dari FEB Unhas itu sendiri.

Hal ini juga dipertegas melalui Surat Pengunduran Diri Ketujuh Guru Besar tersebut yang diterima Portalmedia.id, Kamis (3/11/2022). 

Baca Juga : Mahasiswa Unhas Gagas "Megapolis Water Sensitive" untuk Atasi Krisis Air dan Banjir Perkotaan

Salah - Satu Guru Besar bernama Mahlia Muis menuliskan dalam suratnya bahwa dinamika perkembangan yang terjadi di FEB Unhas, khususnya pada Program Studi Doktor (S3) Manajemen.

"Dalam pelaksanaannya telah mengabaikan unsur-unsur tata kelola organisasi yang baik dan benar yaitu kredibel, transparansi, akuntabel, adil dan bertanggungjawab, dan terkait dengan norma-norma akademik, administratif, dan nilai-nilai etika moral," ujarnya. 

Tidak Dilibatkan Mengajar

Guru Besar Muhammad Asdar juga menambahkan, bahwa alasan mengundurkan diri karena tidak dilibatkan mengajar pada program S3.

Baca Juga : Alumni Lintas Generasi Soroti Krisis Kepemimpinan dan Pudarnya Ruh Akademik di Unhas

"(Tidak dilibatkan) selama dua semester berturut-turut dengan alasan yang kurang jelas," tulisnya.

Bahkan, Siti Haerani menuliskan dalam surat pengunduran dirinya bahwa ia mendapatkan intervensi dari Dekan FEB dalam pemberian nilai mata kuliah yang ia tangani. 

"Saya diminta untuk meluluskan mahasiswa yang sama sekali tidak memenuhi syarat untuk diluluskan," ujar Haerani. 

Baca Juga : Unhas Berhentikan Bahlil sebagai Anggota Majelis Wali Amanat

Ia menjelaskan, tidak memenuhi syarat kelulusan tersebut seperti nol kehadiran padahal perkuliahan dilakukan secara online. "Termasuk tidak ada tugas, tidak ikut ujian, tidak ada komunikasi dengan dosen, baik melalui chat whatsApp pribadi maupun group, untuk menyampaikan alasan ketidakhadirannya pada perkuliahan) hingga keluarnya nilai di akhir semester," keluhnya.

Sambung Siti, justru Dekan FEB sendiri menurutnya sibuk mencarikan alasan yang tak masuk akal dan mengada-ada untuk mahasiswa tersebut.

Bahkan, Siti mengungkapkan bahwa ia tak dilibatkan dalam kegiatan mengajar, membimbing dan menguji mulai pada semester Akhir TA 2021-2022 hingga saat ini.

Baca Juga : Guru Besar UNM Ramaikan Bursa Calon Rektor UNHAS

Siti juga menuliskan bahwa 'Mahasiswa' itu memiliki jabatan tertentu, namun ia tak merinci jabatan yang dimaksud.

Ketika dikonfirmasi kepada salah-satu Guru Besar yaitu Prof. Idrus Taba, ia membenarkan pengunduran diri dan alasannya.

"Iya betul. Ada 5 Guru Besar yang tidak diplot mengajar semester ini. Padahal, mereka secara kompetensi, kuakifikasi dan kepakaran Guru Besarnya sangat memenuhi syarat. Tidak ada alasan akademiik, adminstratif dan etika yang membuat mereka tidak boleh mengajar," ujar Prof Idrus pada Portalmedia.id. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar