Pria yang lahir di Kabupaten Gowa ini juga mengaku dirinya bergabung lantaran prihatin melihat banyaknya anak-anak yang ingin sekali membaca Alquran namun Alqurannya tidak memadai.
"Masih banyak santri yang punya Alquran tapi sudah sobek-sobek dan tidak layak lagi. Sehingga terketuk hati untuk ikut terus memfasilitasi Alquran baru kepada santri yang tidak punya Alquran atau sudah rusak," ungkap Suryadi
"Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya di antara amal saleh yang mendatangkan pahala setelah orang yang mengamalkannya meninggal dunia, yaitu ilmu yang disebar¬luaskan olehnya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (alquran) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang didirikan dengan tujuan dijadikan sebagai tempat bermalam (penginapan) orang yang sedang dalam perjalanan (ibn sabil), sungai yang dialirkan guna kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya," (HR. Ibnu Majah)," sambungnya.
Baca Juga : Aksi Heroik di Balik Banjir Makassar, Brigpol Suryadi S Selamatkan Kakek yang Terjebak Berjam-jam di Masjid
Suryadi juga mengatakan dirinya telah bergabung dalam komunitas relawan ini sudah sekitar 2 tahun lamanya. Demi menyalurkan Alquran bagi para anak-anak desa pelosok, Suryadi bahkan menyisihkan gajinya.
"Biaya itu dari hasil patungan anggota komunitas dan menyisihkan gaji. Yang paling jauh desa pelosok yang kami datangi itu ada di Desa Popenga, Majene, Sulbar," jelasnya.
Selain itu, Brigpol Suryadi S juga pernah mewakafkan sejumlah Alquran di Rumah Tahfidz Al-Fatih di wilayah Sinjai Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News