PORTALMEDIA.ID, SELAYAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman kembali menyambangi Pulau Selayar, Rabu (23/11/2022) kemarin. Kunjungannya kali ini disertai dengan kegiatan penanaman bibit jeruk keprok khas Kepulauan Selayar.
Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan penanaman bibit yang Ia lakukan cukup unik, sebab bibit yang ia tanam adalah bibit yang ke-100 ribu, hal ini juga demi mengembalikan kejayaan Jeruk Keprok Kepulauan Selayar.
"Alhamdulillah, telah dilakukan penanaman bibit jeruk keprok selayar yang ke-100 ribu di Masjid Agung Al-Umaraini," kata Andi Sudirman, dalam keterangan yang diterima Portalmedia, Kamis (24/11/2022).
Baca Juga : Momentum Peringatan 356 Sulsel, Andi Sudirman Tampilkan Bukti Nyata Efisiensi Rp1,4 Triliun dan Pemerataan
Gubernur Andala, sapaan akrabnya, menjelaskan, dalam program prioritas pengembangan jeruk keprok Selayar ini, Sulsel telah melampaui target luas tanam baru dari 331 hektar, dengan realisasi saat ini sudah ditanam dilahan seluas 339 hektar.
"Insya Allah, penanaman ini akan dilanjutkan dengan Gerakan Tanam 1 Pohon Jeruk 1 KK. Dan akan kita teruskan, sehingga dapat mengembalikan kejayaan jeruk keprok, yang akan bermuara pada peningkatan perekonomian masyarakat," terangnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan telah mengalokasikan sejumlah bibit jeruk keprok, yang telah menyebar pada 5 kecamatan, yaitu di Kecamatan Buki (19.270 Pohon-52,64 Ha), Kec. Bontomatene (55.170 Pohon-157,22 Ha), Kec. Bontomanai (22.200 Pohon-70,49 Ha), Kec. Bontoharu (1.500 Pohon-5,21 Ha), dan Kecamatan Bontosikuyu (18.415 pohon-53,45 Ha).
Baca Juga : Mendagri Tito Karnavian Tekankan Penguatan Ekonomi Daerah dan Stabilitas Keamanan di Sulsel
Untuk diketahui, jeruk keprok atau yang dikenal dengan nama Munte Cina merupakan tanaman yang dibudidayakan oleh masyarakat Kepulauan Selayar sejak Tahun 1925 dan menjadi salah satu tanaman
unggulan.
Jeruk Selayar sangat identik dengan cita rasa spesifik yaitu manis segar dengan rasa asam di ujungnya, aromanya harum, tekstur dagingnya padat dan karakter kulit yang mudah dikupas dengan bagian dalam jeruk.
Tahun 70-80an sempat mencapai kejayaan, di mana pada saat itu produksinya melimpah dan harganya yang kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News