PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Yayasan Gaya Celebes (YGC) bersama seluruh stakeholder yang menjadi pemangku kepentingan terkait masalah HIV di Kota Makassar, menggelar pertemuan Rabu 23 November di Hotel Claro Makassar.
Dalam pertemuan itu hadir pihak Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Dinas Catatan Sipil, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan perwakilan Badan Narkotika Nasional(BNN) Wilayah Sulsel, termasuk sejumlah organisasi yang fokus pada isu dan penanganan HIV di Makassar.
Koordinator Sub Revisien YGC, Azis Lasabbe mengatakan, pertemuan bersama stakeholder di jajaran pemerintahan adalah untuk membangun koordinasi dalam upaya memutus mata rantai penunlaran HIV/AIDS di Makassar, yang mana setiap tahun jumlah orang dengan status positif HIV terus mengalami peningkatan.
Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham: Pemkot Makassar Siap Berkolaborasi Tekan HIV/AIDS
"Bagaimana peran-peran pemerintah, stakeholder dan organisasi untuk mengambil peran masing-masing agar tidak ada lagi penularan HIV/AIDS khuusnya di Makassar,"kata Azis.
Azis menyebutkan, hingga akhir 2022 ini temuan kasus positif HIV di Makassar bahkan telah mencapai 500 kasus. Jumlah ini kata dia tiap tahun mengalami peningkatan.
"Pastinya angka yang ada sekarang ada setiap tahun mengalami peningkatan. Jadi bukan pihak-pihak ini tidak bekerja. Justru suatu kemajuan karena kita bisa menemukan kasus-kasus yang tersembunyi akhirnya bisa muncul ke pemermukaan,"katanya.
Baca Juga : Pemkot Makassar dan AHF Gencarkan Edukasi dan Pengobatan HIV/AIDS
Ada banyak faktor kata dia temuan-temuan kasus tersebut mengalami peningkatan. Salah satunya alat pencegah yang tidak tersedia.
"Sehingga teman-teman melakukan perilaku yang berisiko. apotek atau minimarkte itu masih sangat tebal stigma dan tebal diskriminsasi terhadap teman-teman untuk mendapatkan layanan. Termasuk ketika ingin membeli alat pengaman,"katanya.
Dalam ulasan materinya, Direktur PKBI Sulsel, Andi Iskandar Harun menyampaikan, strategi pencegahan dan upaya memutus rantai penularan HIV dapat dilakukan dengan berbagai cara. Baik melalui kampanye di media maupun integritas materi HIV dan AIDS menjadi muatan lokal kurikulum pendidikan sekolah.
Baca Juga : Gelar Pelatihan Jurnalistik, PKBI Sulsel Ajak Masyarakat Rajin Menulis
"Layanan konselin dan inisiasi self tes dan tes konfirmasi harus dimaksimalkan. Termasuk juga aktivasi KPA kabupaten/kota sebagai pilar penanggulangan HIV,"katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News