PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sebuah video viral di sosial media memperlihatkan seorang peramal Hard Gumay meramalkan Kota Makassar, Manado dan sebuah desa kecil di Sulawesi akan diterjang sebuah ombak besar.
"2023 saya lebih konsen ke laut, sekarang pun masih terlihat terlintas gelombang laut dan biasanya dari penglihatan tersebut akan terjadi sesuatu," kata Hard Gumay yang dilihat dari video TikTok @Randominpo, pada Kamis (1/12/2022).
“Sumatera bukan, Jawa bukan, (akan terjadi) di Sulawesi, tiga tempat. Manado, Makassar, dan sebuah desa kecil, akan ada ombak besar! Saya berharap, ini bukan sebuah musibah ” ucapnya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Tetapkan Status Siaga Cuaca, Munafri Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Meski begitu, dia berharap bahwa hasil terawangannya itu bukan sebuah musibah besar. Tapi mata batin Hard Gumay melihat bahwa kejadian tersebut nantinya akan membuat panik warga pesisir. Karena air laut tersebut akan masuk ke daratan sampai menewaskan korban jiwa.
“Air laut akan masuk ke darat, banyak orang yang teriak, ada yang terbawa arus ombak, menangis, dan mudah-mudahan ini tidak akan terjadi,” tuturnya.
Ketika ditanyai kapan bencana mengerikan itu akan terjadi, Hard Gumay memberikan gambarannya kepada Irfan Hakim dan Raffi Ahmad, akan terjadi di pertenghaan tahun 2023 “tengah (tahun),”
Baca Juga : BMKG Rilis Prospek Cuaca 19-25 Desember 2025, Bibit Siklon Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang
Menanggapi hal itu, Subkoordinator Bidang Gempa Bumi BMKG Wilayah IV Makassar, Marni mengatakan bahwa bencana yang digambarkan seperti stunami tersebut adalah hoax.
Menurutnya, gempa tidak dapat diprediksi, belum ada alat baik di Indonesia maupun di negara-negara lain yang dapat memperkirakan terjadinya gempa bumi yang dapat berujung tsunami.
"Enggak itu video mana itu, enggak ada itu, tidak ada, gempa itu tidak bisa diprediksi," ungkapnya kepada Portal Media, Jum'at (2/11/2022).
Baca Juga : BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem hingga Awal 2026
"Jadi sejauh ini gempa tidak bisa diprediksi, terkait dengan isu itu jangan terpancing dengan isu, apalagi di Sulawesi Selatan, sejauh ini belum ada alat ataupun negara manapun belum bisa memprediksi kapan terjadinya gempa," ujarnya.
Sejauh ini, setiap orang hanya dapat melakukan langkah mitigasi ketika bencana seperti gempa bumi dapat terjadi.
Ia juga menegaskan bahwa adanya video viral atau berita yang mengatakan bahwa Makassar akan diterjang tsunami pada 2023 adalah bohong, apalagi ia menuturkan bahwa daerah Makassar relatif aman dari ancaman tsunami. "Makassar akan terjadi gempa itu hoax," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News