PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar, melakukan tender dini besar-besaran pada proyek revitalisasi pembangunan Kota Makassar. Hal ini menurut Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menjadi langkah yang harus diambil, sebab tak ingin ada kasus gagal lagi.
Danny, sapaan karibnya, menyebutkan, keputusan tersebut diambil karena belajar dari tahun 2022 Pemkot Kota Makassar agak gagal karena hanya 50% penyerapan anggaran.
"Kalau kita mau membuat pertumbuhan yang stabil dan lebih tinggi itu sebaiknya sampai 85% jadi kami tender dini besar besaran," ujar Danny, Minggu (4/12/2022).
Baca Juga : Kolaborasi Internasional Warnai F8, Danny Ingin Jadikan Festival Arena Permanen
"Yang urgent itu karena bagaimana uang-uang yang sudah direncanakan itu kemudian turun ke masyarakat, makanya tender dini menjadi bagian yang paling penting," lanjut Danny.
Danny menjelaskan pembangunan Makassar Goverment Center (MGC) yang memiliki sistem pengontrolan smart city menggunakan metaverse, Mall Pelayanan Publik (MPP), mall Investasi, mall inovasi, mall UMKM dan sport center di bagian mitigasi sosial
"Anak-anak kan kekurangan penyaluran energi kita buat sport center yang bagus, sekaligus tempat pertunjukan dan tempat kalau ada evakuasi," kata Danny.
Tidak hanya itu, Danny juga membangun Sircuit Balap yang ditujukan untuk anak-anak yang suka balap di Kota Makassar.
Nilai Investasi Rp 5 Triliun
"Kita revitalisasi karebosi, kemudian di Japparate sendiri dan Waterfront yang investasinya itu 5 triliun, tapi itu investasi bukan uang kita," jelasnya.
"Ini semua untuk rakyat, karena itu muaranya semua, lorong-lorong wisata itu muaranya semua di japarate dan MGC," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News