PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Proyek Kontainer Makassar Recover telah banyak mendapat sorotan dari berbagai kalangan mulai dari masyarakat hingga legislator yang menganggap bahwa petikemas yang digunakan sebagai posko covid-19 ketika Pandemi telah terbengkalai.
Apalagi proyek Kontainer tersebut telah menelan anggaran yang tak sedikit, yaitu lebih dari Rp 15 Milliar.
Lurah Banta-Bantaeng, Ady Mulyadi Jacub menjelaskan bahwa proyek yang berasal dari refocusing Pemkot Makassar tahun 2021 tersebut tidaklah terbengkalai, namun telah dialihfungsikan dan menjadi sarana yang multifungsi.
Baca Juga : Pemerintah Perluas BLT ke 35,47 Juta Keluarga, Cair Pekan Depan
"Banyak (fungsinya), kami (gunakan) sebagai tempat mitigasi sosial dan keamanan, misalnya RT RW setiap malam ada di sana ," ujarnya di salah-satu cafe yang tak jauh dari lokasi Kontainer di Kelurahan Banta-Bantaeng, Rabu (7/12/2022).
Ady sapaannya menuturkan ada berbagai macam kegiatan dan fungsi yang digunakan oleh warganya di kontainer tersebut.
Ia mencontohkan bahwa Kontainer Makassar Recover dimanfaatkan sebagai spot pengambilan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Baca Juga : BLT di Luwu Utara Mulai Disalurkan
"Seperti pembagian BLT, cukup besar yang menerima dan warga kami 600 lebih tidak perlu jauh-jauh ke kantor pos bisa dilaksanakan di kontainer ini," sambungnya.
Selain itu, Pasar Murah juga dilakukan Kontainer tersebut. "Coba kalau dia ke kantor pos naik bentor habis lagi biaya, kalau di sini dia jalan kaki dari lorong ke lorong," bebernya.
Tambahnya, Kelurahan Banta-Bantaeng kata Ady juga kerap bekerja sama dengan TNI dan Polri dan menggunakan kontainer sebagai lokasi rapat koordinasi.
Baca Juga : Risma Curhat Soal Anggaran Kemensos Diblokir Rp40,78 Miliar di Tengah Utang BLT
Lebih jauh, Ady menerangkan bahwa Kontainer Makassar Recover juga dijadikan markas bagi Lembaga Pemberdayaan Makassar (LMP).
"Kami memberikan kepada LPM untuk melakukan aktivitas supaya hidup di sini, tidak seperti yang di bilang orang mati suri," ujarnya.
"Posko kobra setiap malam ada di sini dari kodim, Danramil itu ada di sini lagi jadi kami betul-betul harus bekerja sama untuk keamanan kita semua. Kita membahas kondisi wilayah kita, kita juga setiap enam bulan sekali mendapat pencerahan tentang keamanan ketertiban kami mengundang Kapolsek," tambahnya.
Baca Juga : Airlangga Akhirnya Bocorkan Kapan BLT Rp 600 Ribu Cair
Terakhir, karena Kontainer memiliki akses WiFi yang dibayar oleh pemerintah, tak sedikit kawula muda yang menjadikan petikemas ini sebagai tempat untuk mengerjakan tugas kuliah atau pun hanya untuk nongkrong.
"Sudah (ada) AC (di dalam Kontainer) dan ada WiFi, anak-anak, belajar di situ ada WiFi gratis, fasilitas negara diberikan, anak-anak yang tidak punya kuota disitu (gunakan), palang merah donor darah disini, posko kobra setiap malam disini," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News