PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Kepala Badan Kesatuan, Bangsa, dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Asriady Sulaiman, mengatakan, pihaknya meminta aparat keamanan memperketat pengamanan di daerah yang masyarakatnya lebih beragam atau heterogen. Khususnya menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Seperti di Kota Makassar, Luwu Timur, Palopo,
"Pengawasan dilakukan di beberapa daerah yang memiliki keberagaman lebih, agar moment Nataru 2022 ini tidak dinodai dengan aksi yang mengganggu ketentraman dan ketertiban sesama ummat," kata Asriady, Jumat, 16 Desember 2022.
Ia mengaku, terlepas dari moment jelang Nataru, Pemprov Sulsel selalu waspada terhadap hal-hal yang dapat menganggu keserasian, kerukunan ummat beragama, dan lainnya, yang disebabkan oleh tindak kejahatan yang berbau Suku, Agama dan Ras (SARA) di Sulsel. Apalagi, belajar dari kejadian sebelumnya termasuk kasus yang terjadi di Polsek Astana Anyar di Kabupaten Bandung, semua harus mewaspadai.
Baca Juga : Libur Nataru, Dinkes Sulsel Perkuat Layanan Kesehatan di 9 Pos Terpadu
"Kami belajar dari gangguan keamanan, baik yang berbau sara maupun normal yah, itu kami siapkan. Apalagi di Sulsel sendiri banyak yang menjalani status sebagai napi mantan teroris," terangnya.
Meski begitu, Asriady menyebut tidak dilakukan pengawasan secara khusus, karena telah menjadi bagian rutin dari pihak kepolisian.
"Secara khusus tidak, tetapi mungkin sudah menjadi bagian rutin karena tugas secara langsung itu ada di aparat kepolisian untuk memonitor orang-orang yang telah menjalani itu, fungsi intelejen negara," jelasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News