0%
Senin, 19 Desember 2022 09:46

ASITA Soroti Pencabutan Subsidi Penerbangan di Selayar: Mematikan Destinasi yang Sudah Tumbuh

Penulis : Gita Oktaviola
Editor : Rasdiyanah
Ketua DPD Asita Sulsel Didi Leonardo Manaba. Foto: dok
Ketua DPD Asita Sulsel Didi Leonardo Manaba. Foto: dok

Ketua DPD ASITA Sulsel Didi Leonardo, mengatakan untuk menumbuhkan destinasi di satu tempat, tidak perlu mematikan destinasi yang lai.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Association of The Indonesian Tour and Travel (ASITA) menaruh perhatian pada kebijakan Pemprov Sulsel yang baru-baru ini memberikan subsidi penerbangan ke Kabupaten Bone dan menarik subsidi penerbangan yang ada di Selayar. 

Ketua DPD ASITA Sulsel Didi Leonardo Manaba mengatakan, kebijakan yang khususnya akan sangat berdampak di Selayar, sebab akan mematikan destinasi wisata yang sudah bertumbuh.

"Destinasi wisata seperti Takabonerate gagal dilirik oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara," ujar Didi kepada Portalmedia.id, baru-baru ini. 

Baca Juga : Terjadi Lagi Kasus Bom Ikan Selayar Telan Korban, Pelaku Diduga Melarikan Diri Ke Sultra

"Harusnya, tidak dilakukan pencabutan subsidi. Itukan Selayar sudah dilirik oleh wisatawan. Harusnya pemerintah memberikan perhatian lebih lagi untuk kabupaten Selayar. Bukan malah mencabut subsidi penerbangannya," lanjut Didi. 

Kata Didi, jika memang memadai dari segi anggaran, subsidi bisa diberikan ke dua kebupaten tersebut yaitu Bone dan Selayar.

"Karena kan pemerintah memberikan subsidi kepada Bone untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Bugis. Itu bagus. Cuma menurut saya, jangan mematikan yang satu untuk membangun yang lain," bebernya.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Ajukan Solusi Atasi Ketimpangan Pembangunan Pantai Timur Bone dan Pantai Barat Selat Makassar

Jika untuk mengembangkan destinasi yang baru khususnya di bidang pariwisata, harusnya seiring dengan pembangunan infrastuktur. Aksesnya harus dipermudah menuju tempat tujuan. Kalau ada penerbangan berarti ada keseriusan pemerintah membangun pariwisata setempat.

"Tapi bagusnya seimbang. Ini saya tidak mau berkomentar dari konteks kebijakannya yah, itu mungkin ada petimbangan politis, saya tidak tau. Yang jelas, jika dicaut subsidi ke Selayar maka akan mundur perkembangan pariwisatanya," pungkas Didi.

Sebelumnya diberitakan, Bandara Arung Palakka di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sulsel, kembali akan beroperasi. Rencananya maskapai Susi Air ini akan membuka tiga rute penerbangan.

Baca Juga : Pulau Terpencil di Selayar dapat Bantuan Arsinum dari Pemprov Sulsel

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, pengoperasian kembali bandara itu dilakukan setelah Pemprov Sulsel memberikan subsidi tiket sebesar Rp2,5 miliar.

Subsidi ini, kata dia, bukan pertama kalinya. Sebelumnya sudah diberikan subsidi penerbangan Toraja-Balikpapan. Dengan beroperasinya bandara ini, tentunya dapat menggeliatkan kembali perekonomian masyarakat.

 

Baca Juga : Travel Agent Promosikan Paket Wisata Medis di Kendari

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muhammad Arafah, mengatakan, penerbangan perdana mulai dilakukan 1 Desember 2022.

Ada tiga rute yang akan dilayani Susi Air. Mulai dari Makassar-Bone (PP) 5 kali seminggu dengan harga tiket Rp300.000, Bone-Kendari (PP) 2 kali seminggu dengan harga tiket Rp550.000 dan Bone-Balikpapan (PP) 2 kali seminggu dengan harga tiket Rp1.100.000. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer