0%
Kamis, 23 Juni 2022 15:36

Koperasi Akar Tani Kolaborasi RECOFTC Indonesia Berdayakan Petani Kopi di Kab. Bantaeng

Editor : Gita Oktaviola
Koperasi Akar Tani Kolaborasi RECOFTC Indonesia Berdayakan Petani Kopi di Kab. Bantaeng
ist

Koperasi akar tani dan RECOFTC Indonesia memberdayaan petani kopi yang ada di Kabupten Bantaeng

PORTALMAKASSAR.COM - Koperasi Akar Tani kini menghadirkan peluag kerja bagi masyarakat sekitar Kabupaten Bantaeng untuk mengembangkan produktifitas tanaman Kopi.

Disana (Bantaeng), masyarakat melakukan budidaya tanaman Kopi untuk kemudian diproduksi sesuai dengan keperluan pasar.

Menurut Hasri, Ketua Akar Tani bahwa pihaknya memberdayakan masyarakat sekitar kebun untuk membudidayakan tanaman Kopi.

Baca Juga : Indonesia Surganya Kopi, Yuliani Paris Minta Kemenperin Bikin Peta Produk Kopi Nasional yang Akurat

“Setelah panen, kami akan membeli kopi milik petani untuk diproduksi kembali menjadi brand lokal yang memiliki daya tarik ekonomis yang cukup tinggi,” ucapnya, Jumat (24/6).

Lebih lanjut, ia menyampaikan jika pihaknya mulai mengembangkan koperasi ini pada tahun 2008. Saat itu ia melakukan kerjasama dengan salah satu lembaga pelatihan pemberdayaan dan pengelolaan hutan yakni RECOFTC.

Lembaga ini kata Hasri sangat membantu masyarakat untuk menghasilkan buah kopi yang berkualitas.

Baca Juga : Kolaborasi dengan IKM, Politeknik ATI Makassar Kembangkan Industri Kopi di Bantaeng

“Bukan cuma itu, pihak RECOFTC juga memberikan bantuan alat agar produksi kopi yang dilakukan bisa sesuai dengan kebutuhan pasar,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Gamma Goludra Direktur RECOFTC Indonesia mengatakan, praktik pertanian kopi berkelanjutan oleh masyarakat Bantaeng menahan laju deforestasi dan meningkatkan tutupan hutan, sementara pada saat yang sama, kesejahteraan dan keadilan gender di masyarakat sekitar hutan juga semakin membaik.

Untuk itu, pihaknya memberikan bantuan untuk masyarakat agar mendapat keleluasaan yang lebih besar dari pemerintah untuk mengelola hutan melalui izin hutan desa sehingga mereka cukup mengandalkan dari hasil hutan untuk bertahan hidup.

Baca Juga : Brand “Bantaeng Coffee” Jadi Primadona, Pasarkan Ratusan Kilo Perbulan

“RECOFTC percaya bahwa hutan dan lanskap dapat tumbuh secara berkelanjutan dan berkeadilan jika masyarakat mendapatkan manfaat dari pengelolaan hutan,” bebernya.

Berbekal pengetahuan baru tentang wanatani dan kewirausahaan, petani kopi di Bantaeng kini mengubah cara mereka berinteraksi dengan 700 hektar lahan tempat mereka bekerja dengan hutan di sekitarnya.

“Mereka mempelajari diversifikasi tanaman agar lebih tahan menghadapi ancaman banjir dan kekeringan,” tutur Gamma.

Angka perubahan tutupan hutan menjadi monokultur pun berkurang karena masyarakat merasa cukup mengandalkan hasil hutan dari wilayah yang dikelolanya dan tidak berusaha membuka hutan untuk lahan baru.

Wanatani (atau sistem agroforestri) membuat masyarakat tidak mengusik hutan. Pada saat yang sama, kemampuan warga untuk mengelola hutan kopi pun berkembang, kualitas yang dihasilkan juga makin baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer