PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) RI merilis potensi cuaca buruk khususnya untuk wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), yang diprediksi akan terjadi hingga 4 Januari 2023 mendatang.
Potensi hujan ringan hingga lebat ini diperkirakan terjadi pada tanggal 30 Desember - 4 Januari 2022.
Kepala BMKG RI, Dwikorita Karnawati dalam acara Konferensi Pers 'Antisipasi dan Updating Perkembangan Cuaca Ekstrem di Indonesia, utamanya pada wilayah yang berstatus siaga dan Waspada yang disiarkan melalui Channel YouTube resmi BMKG.
Baca Juga : Antrean BBM Makin Panjang, Pemkot Makassar dan Pertamina Siapkan Sejumlah Langkah
"Masih perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem hujan lebat hingga sangat lebat disertai kilat,petir dan angin kencang di sebagian wilayah (termasuk) Sulawesi Selatan," ujarnya
Lebih lanjut, ada beberapa wilayah lain di Indonesia yang juga diperkirakan senasib dengan Sulsel, yaitu Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sebagian besar wilayah Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku dan Papua.
Untuk itu, BMKG RI memberikan enam poin rekomendasi kepada stakeholder terkait dalam mempersiapkan cuaca yang kian memburuk di Indonesia.
Baca Juga : Talenta Muda Asal Sulawesi Selatan Ananda Zayn Neymar Resmi Bergabung dengan Skuad Honda Racing Indonesia
1. Memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.
2. Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.
3. Masyarakat pengguna transportasi angkutan penyeberangan perlu meningkatkan kewaspadaan sebagai salah satu upaya adaptasi dan mitigasi kondisi tersebut.
Baca Juga : BPS Warning Penurunan Produksi Gabah Nasional, Sulsel Pasang Badan Jadi Penyelamat Pasar
4. Melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang.
5. Menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian Pemerintah Daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan/pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi).
6. Lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi.
Baca Juga : Pemkot Makassar Perkuat Sinergi Pertahanan Melalui Penetapan Komcad ASN Sulsel
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
