PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Direktur Klinik Cerebellum, dr. Yose Waluyo meminta waktu selama satu bulan kepada pihak BPJS Kesehatan Makassar, untuk menyelesaikan kewajiban yang tidak ditunaikan pihaknya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pihak BPJS Kesehatan memutus secara sepihak kerjasama layanan kesehatan dengan Klinik Cerebellum, sebagai klinik terapi di Makassar
Pemutusan mitra kerja sama ini tertuang dalam surat dengan No : 3470/IX-01/1222, perihal Pemberitahuan tidak perpanjang perjanjian kerja sama 2023 yang dikeluarkan per-tanggal 23 Desember 2022.
Baca Juga : DPRD Sulsel dan Pemprov Bahas Kejelasan Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan
"BPJS menjelaskan poin-poin apa saja sehingga tidak dilanjutkannya (Kerja sama), ada beberapa poin dan diminta Cerebellum untuk menyelesaikan segera," kata Yose Waluyo, Selasa(3/1/2023).
Diketahui, pada Jum'at 30 Desember 2022 Klinik Cerebellum melakukan pertemuan dengan pihak BPJS Kesehatan yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel.
Dari pertemuan tersebut, disepakati beberapa poin yang dipersyaratkan pihak BPJS Kesehatan kepada manajemen Klinik Cerebellum bila ingin kembali melanjutkan kerja sama.
Baca Juga : Empat Daerah di Sulsel Belum Capai UHC 100%, BPJS Singgung Keterbatasan Fiskal
Ada dua poin pokok permasalahan yang disampaikan oleh Pihak BPJS Kesehatan agar segera diselesaikan dan diperbaiki, namun Yose tak ingin mengatakan kedua poin tersebut.
"Kami targetkan selambat-lambatnya satu bulan sudah memenuhi, kami coba sekuat tenaga," sambungnya.
Ia mengapresiasi dan bersyukur Dinkes Sulsel dapat memfasilitasi pertemuan tersebut. Ditambah lagi dalam diskusi tersebut kata Yose juga hadir perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar hingga Asosiasi Klinik (Asklin).
Baca Juga : DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Rujukan Berjenjang JKN
Lebih lanjut, sekarang status Klinik Cerebellum sudah tidak bekerja sama dengan pihak BPJS Kesehatan, artinya para pasien harus berpindah menjadi pasien umum.
Tetapi Yose memberikan kemudahan bagi para pasien Terapi Okupasi dan Terapi Wicara yang sudah lama berobat di kliniknya yaitu mendapatkan pelayanan secara gratis.
"Orang-orang tersebut kami tetap rujuk ke tempat lain tapi apabila ingin mendapatkan terapi okupasi dan wiara yang memang terbatas tidak semua rumah sakit ada, mereka boleh menjalankan terapi tanpa harus membayar," bebernya.
Baca Juga : Rencana Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan akan Dimulai Akhir 2025
Tetapi pelayanan gratis untuk Terapi Okupasi dan Terapi Wicara ini hanya sekali seminggu atau 4 kali dalam satu bulan.
"(Pelayanan gratis ini) tidak untuk pasien baru, tapi (pasien) yang terdaftar yang dulu, supaya pasien yang dulu tidak putus terapi, sekali seminggu untuk terapi okupasi dan terapi wicara," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News