PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sepanjang tahun 2022, Bank Indonesia mengakumulasi kelompok pengeluaran yang paling tinggi memicu inflasi si Sulsel. Terutama untuk kelompok transportasi yang alami inflasi tahunan sebesar 16,72% (yoy).
Peran besar kelompok transportasi dalam kenaikan inflasi dipengaruhi oleh naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Selain itu, kenaikan permintaan tiket pesawat menjelang momen natal dan liburan akhir tahun juga berkontribusi pada inflasi.
"Adanya penyesuaian harga tarif batas atas dan batas bawah ojek online di akhir tahun 2022 juga berperan aktif dalam meningkatkan inflasi tahunan 2022," ucap Kepala Perwakilan BI Sulsel Causa Iman Karana, Selasa (3/1).
Baca Juga : Pemda Gowa Manfaatkan Tiga Sumber Alokasi Anggaran Tekan Inflasi
Selanjutnya, inflasi tahunan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat 5,95% (yoy) terutama dipengaruhi oleh meningkatnya harga telur ayam ras, beras, dan rokok kretek filter.
"Inflasi lebih tinggi pada kelompok ini, karena tertahan oleh menurunnya harga komoditas cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras," pungkasnya.
Sementara itu, inflasi tahunan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang sebesar 3,21% (yoy) dipengaruhi oleh kenaikan harga kontrak rumah dan bahan bakar rumah tangga.
Diketahui, BI telah mencatat seluruh angka inflasi tahunan Sulsel sebesar 5,77% (year-on-year).
Untuk itu, untuk menyambut pergantian tahun, Bank Indonesia bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus bersinergi dan berkolaborasi dalam menjaga stabilitas harga di Sulsel, baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD) antar Kabupaten/Kota se-Sulsel maupun antar provinsi di luar Sulsel serta pemantauan pasokan dan harga secara berkala akan terus dilakukan oleh TPID di wiilayah Sulsel," jelasnya.
Langkah ini katanya, dilakukan untuk memastikan terjaganya daya beli masyarakat dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sulsel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News