PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Bupati Jeneponto Iksan Iskandar optimis mampu memenangkan tarung politik pada pemilihan legislatif (Pileg) 2024 mendatang. Sejarah baru dikatakannya akan diukir putra Butta Turatea ini.
Bupati dua periode itu mengaku heran, kabupaten dengan 400 ribu jiwa itu dianggap tidak mampu mendudukkan figurnya di senayan.
"Jeneponto yang 400 ribu penduduknya biar sepotong tidak ada, tidak ada wakil mu disana. Insya allah akan ku kibarkan bendera Jeneponto disana," ungkapnya.
Baca Juga : RUU BUMD Dinilai Mendesak, DPR Soroti Lemahnya Tata Kelola dan Profesionalisme di Daerah
Sedangkan, kata dia, Kabupaten Bantaeng yang hanya memiliki ratusan ribu jiwa mampu mendudukkan 2 orang di DPR RI.
"Orang Bantaeng yang hanya ratusan ribu penduduknya mampu mendudukkan 2 orang, Azikin Soultan dan Ashabul Kaffi," terangnya.
Iksan Iksandar pun mengaku optimis dan siap memenangkan kursi untuk calon anggota DPR-RI daerah pemilihan (Dapil) 5 meliputi, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Selayar.
Baca Juga : Rapat dengan DPR, Kapolri Tegaskan Penolakan Polri di Bawah Kementerian
Ketua DPD Golkar ini lanjut mengatakan, dirinya pun telah mendapat amanah dari masyarakat sebagai perwakilan di DPR RI.
"Untuk pengabdian. Saya hanya mendapat amanah dari sebagian masyarakat dan juga partai. Sebenarnya saya mau istirahat, tapi karena amanah," kata Iksan Iskandar kepada Portalmedia.id di kantor Bupati, Senin (9/1/2023.
Menurut Iksan, sejauh ini, belum ada putra daerah yang mampu menduduki kursi DPR RI. Iksan mengaku akan memperjuangkan hak-hak masyarakat apabila di restui.
Baca Juga : Peran OMSP Disebut Kunci Ciptakan Stabilitas dan Ketahanan Nasional
"Izinkan saya meminta restu mudah-mudahan saya direstui untuk naikkan saya ke Senayan untuk memperjuangkan Jeneponto. Tidak ada orang Jeneponto bos yang duduk di Jakarta sana," jelasnya.
Iksan mengaku tak begitu mempersoalkan berapa jumlah suara yang bakal didapat nanti. Menurutnya, ia beserta timnya saat ini fokus menggalang suara.
"Kita juga belum mendapat data yang akurat tentang berapa wajib pilih di Jeneponto, kalau berdasarkan data lama 278. Dari situ, kita harus menyesuaikan dengan data, jadi target itu tidak ada pokoknya kita jalan saja," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News