0%
Senin, 09 Januari 2023 21:06

Sukses di Jawa, Kepala BNPB Sebut Sulsel Bakal Gunakan Teknologi Modifikasi Cuaca Hadapi Cuaca Ekstrem

Penulis : wiwi amaluddin
Editor : Rasdiyanah
Kepala BNPB, Letjen Suharyanto. Foto: Portalmedia/Al Fath
Kepala BNPB, Letjen Suharyanto. Foto: Portalmedia/Al Fath

Kepala BNPB menyebutkan, setelah Sukses di Jawa, Sulsel juga akan menggunakan teknologi modifikasi cuaca.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Melihat efektivitas Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang diterapkan di pulau Jawa untuk mencegah cuaca ekstrem, Sulawesi Selatan (Sulsel) akan melakukan hal yang sama.

"Untuk Sulsel akan dilaksanakan teknologi modifikasi cuaca," ujar Kepala BNPB, Letjen Suharyanto ketika ditemui awak media selepas memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi di Sulsel, Senin (9/1/2023).

Menurutnya, kemungkinan teknologi modifikasi cuaca ini akan diterapkan per hari ini. Menurutnya, teknologi ini terbukti dapat mengurangi curah hujan yang turun.

Baca Juga : Pemkot Makassar Tetapkan Status Siaga Cuaca, Munafri Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

"Ini sudah dilakukan di DKI, Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa timur, Banten, dan sekarang di Sulsel," bebernya.

Cara Kerja Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)

Sekadar informasi, dilansir dari Laman Resmi Badan Riset Indonesia (BRIN), TMC pada dasarnya dilakukan untuk mem-premature-kan kejadian hujan yang seharusnya secara alami turun di daerah target, potensi awan hujan dijatuhkan di luar target sehingga dapat mengurangi intensitas hujan di daerah target.

Baca Juga : BMKG Rilis Prospek Cuaca 19-25 Desember 2025, Bibit Siklon Picu Hujan Lebat dan Angin Kencang

Hal itu dilakukan dengan memicu potensi awan hujan yang ada di atmosfer dengan menebar garam ke dalam awan hujan, sehingga bisa turun jatuh menjadi hujan di tempat tertentu yang diinginkan sesuai kebutuhan dan tujuan.

Dalam melakukan operasi TMC, BMKG berperan dalam men-supply data dan informasi cuaca, awan dan arah angin. Sedangkan TNI AU menyediakan armada pesawat, khususnya untuk operasi TMC yang bertujuan dalam mitigasi bencana.

Biasanya radar cuaca BMKG menginformasikan keberadaan awan target dan arah kekuatan angin ke pilot. Kemudian pesawat Casa yang membawa muatan garam (NaCl) akan menyemai awan hujan target, dimana posisi pesawat selalu berada di antara arah angin dan awan hujan target.

Baca Juga : BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem hingga Awal 2026

Penulis : Al Fath

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar