PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, tengah mendalami kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami gadis berinisial R (18).
Kasus pelecehan tersebut diduga dilakukan oleh IF saat korban sedang menjaga pasien di ruang IGD Puskesmas Bulloe, Kecamatan Turatea pada 1 Januari 2023 lalu.
Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Nasruddin mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pendalam.
Baca Juga : Diduga Lecehkan Siswi SD, Oknum Guru PPPK di Makassar Dilaporkan ke Polisi
"Masih sementara pendalam, kala itu, korban sedang mengantar neneknya untuk periksa karena sakit," kata AKP Nasaruddin kepada wartawan, Senin (9/1/2023).
Terpisah, korban menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
"Mulanya itu saya ajak nenek ku ke Puskesmas Bulloe, karena sakit terus lama-kelamaan di rawat di IGD," kata R saat dihubungi, Sabtu (7/1/2023) lalu.
Baca Juga : Dosen UNM Laporkan Rektor ke Polda Sulsel dan Kemendikbudristek atas Dugaan Pelecehan Seksual Digital
Korban saat itu ditemani oleh tantenya di ruang IGD untuk menjaga sang nenek. Pada pukul 01.00 wita malam, korban dan lainnya sudah tidur.
Kemudian tubuhnya terasa seperti sedang diraba-raba. Namun, Ia tak tahu tubuh bagian mana yang diraba.
"Sekitar jam 1 malam tidur semua. Di jam itu tubuhku kaya dipegang-pegang, tapi tidak kutahu di bagian mana di pegang, di situ baru bangun karena kurasa ada yang pegang-pegang," jelasnya.
Baca Juga : Hadiri Hut Jeneponto, Bupati Bantaeng Uji Nurdin Nilai Bumi Tuareta Berkesan
Ia melanjutkan, setelah itu tak berselang lama, korban pun bangun dan terkejut lantaran pelaku sudah berada di sampingnya.
"Ada mi langsung di sampingku. Dua orang di dekat pintu satu orang di sampingku, jadi saya bangun duduk terus langsung di depan ku terus saya di ajak bicara. 'Sakit ko'?", tanya pelaku.
Korban pun diajak ngobrol oleh pelaku sambil mengelus-elus pundak hingga kepala korban. Merasa dilecehkan, ia pun berteriak memanggil tantenya.
Baca Juga : Menkes Wajibkan Tes Psikologi Berkala untuk Peserta PPDS Imbas Kasus Kekerasan Seksual
"Terus saya bilang 'Tidak'. Tapi dia elus-elus pundakku. Terus keduanya dia bilang 'Ada mako di sini kukira ku lihatko dibawa di Makassar," ungkapnya.
Dia mengaku tak tahu kenapa pelaku tiba-tiba berada di puskesmas. Padahal, dia tidak pernah bertemu secara langsung dengan pelaku.
"Sudah itu teriak ma bilang 'Tante', jadi na bilang tanteku keluar mako nak tidak na suka itu dikasih begitu, lama begitu baru keluar. Saya tidak tahu kenapa bisa ada di sampingku ketika saya bangun," terangnya.
Baca Juga : Propam Periksa Kanit PPA dan Penyidik Usai Diduga Paksa Korban Pelecehan Atur Damai
Atas adanya kejadian tersebut, pihak keluarga langsung melaporkan hal itu ke Polres Jeneponto dan membuat laporan polisi melalui nomor LP/B/11/2023/SPKT/POLRES JENEPONTO/ POLDA SULAWESI SELATAN, per tanggal 07 Januari 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News