PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Management Noyu Eat & Drink Makassar mengumumkan pembatalan Disk Jockey (DJ) Dinar Candy yang rencananya akan berlangsung Minggu (16/7) besok.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Manager Noyu Eat & Drink Irwan Sakkir saat menghadiri konferensi pers di Jalan Gunung Bawakareng, Sabtu (16/7).
Kata dia, penundaan dilakukan sampai menunggu konfirmasi dari pihan Dinar Candy atas usulan syarat yang diajukan BMI Sulsel untuk tidak tampil vulgar saat kegiatan berlangsung.
Baca Juga : Batal Demo, BMI Ajukan Syarat Ini Agar DJ Dinar Candy Tetap Tampil di Makassar
"Mungkin tertunda dulu, menunggu sampai pihak dinar candy menyetujui poin yang disampaikan tadi oleh BMI," ucapnya.
Selain itu, ia juga menghimbau kepada pelanggan yang telah melakukan reservasi agar tetap menunggu keputusan nantinya.
"Yang sudah reservasi, kita akan bahasa kan nanti untuk menunggu. Kalau misalnya ada hasil atau tidak ada hasil pasti kita akan tetap komunikasikan dengan tamu yang yang sudah reservasi. Kalau misalnya tidak jadi, kita akan kembalikan dananya. Yang jelas menunggu dulu lah," terangnya.
Baca Juga : Viral, BMI Tolak Kedatangan Dinar Candy di Makassar
Diketahui sebelumnya Manajemen Noyu Makassar dan Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulsel telah melakukan komunikasi terkait penolakan DJ Dinar Candy ke Makassar. Dalam pertemuan itu, BMI memberikan beberapa syarat agar Dinar tetap tampil di Makassar.
Muh Zulkifli Ketua BMI Sulsel menyamapaikan, persyaratan yang diajukannya, agar Dj Dinar Candy tidak menampilkan aksi yang mengundang pornografi.
"Bukan cuma itu, kami juga mengajukan persyaratan kepada penyelenggara (Noyu) untuk melarang perempuan berhijab untuk masuk jika memang kegiatan ini jadi dillaksanakan. Minimal umur 21 tahun keatas yang bisa masuk," ucapnya.
Selanjutnya, Zul sapaannya memberikan himbauan kepada mengusaha tempat hiburan malam agar menanamkan jiwa demokratis dan toleransi.
"Kami tidak bisa melarang berdirinya tempat hiburan malam. Tetapi kami meminta supaya teman - teman yang membuat usaha setidaknya bisa menghargai kami sebagai muslim. Setidaknya tumbuhan nilai toleransi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News