PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Viralnya kasus penculikan dan pembunuhan bocah 10 tahun di Makassar seolah tak terbendung. Kejadian ini menjadi sorotan sebab dilakukan anak di bawah umur karena tergiur menjual organ tubuh korban ke internet.
Merespons hal ini, Wali Kota Makassar Moh Ramadhan Pomanto menyodorkan program pemkot yang diberi nama Jagai Anakta.
Danny, sapaan karibnya, meminta program tersebut digalakkan dan menjadi program wajib di semua keluarga. Tidak hanya itu, Ia juga sekali lagi memerintahkan para Kepala Sekolah untuk menutup gerbang sekolah disaat pembelajaran dilakukan.
Baca Juga : Danny Pomanto Tekankan Pentingnya Jagai Anakta di Pelepasan Dai Nusantara
"Bukan hanya lingkungan tapi juga sekolah, kalau pulang sekolah anak-anak dilihat siapa yang jemput, rawan di situ," katanya, belum lama ini.
Untuk penguatan keamanan, Danny menambahkan, Pemkot Makassar telah memasang empat CCTV di 500 lorong wisata.
Baca Juga : Wali Kota Danny Memakai Ramadan: Latih Diri Jadi Pemimpin dan Disiplin
"Saya akan percepat pemasangan CCTV di 1000 lorong wisata tahun ini, tahun lalu sudah sempat 500 lorong jadi akan ada di 1500 lorong," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, pelajar bernama A (17) dan MF (14) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibekuk polisi usai nekat melakukan aksi penculikan dan pembunuhan secara berencana terhadap seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News