PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Penipuan dengan mencatut nama Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, sedang terjadi. Warga diimbau mewaspadai modus tersebut.
Pelaku menggunakan modus tersebut melalui SMS dan Whatsapp mengatasnamakan Gubernur Sulsel. Penipu menghubungi sejumlah korban dengan nomor handphone 081231876497 mengatasnamakan dan memakai foto profil Andi Sudirman Sulaiman. Nomor itu sendiri dipastikan fake alias palsu.
Saat ditelusuri menggunakan aplikasi pencari kontak, pelaku diketahui bernama Daeng Adi. Aksinya diduga sudah berulang kali dilakukan sebab muncul pula nama "penipu Wakil Walikota Yogyakarta".
Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026
Plt Kepala Dinas Kominfo Sulsel, Sukarniaty Kondolele, mengatakan, penipu tersebut memperkenalkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Selatan. Modusnya meminta bantuan dan menggalang dana.
"Jadi, itu tidak benar. Itu bukan nomor Pak Gubernur," ujar Sukarniaty, Sabtu, 28 Januari 2023.
Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh pejabat di Sulsel, pegawai dan pihak swasta untuk lebih berhati-hati dan waspada. Karena berbagai penipuan dapat dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov
Ia juga meminta ke masyarakat agar tidak langsung percaya apabila nomor tersebut atau nomor lain mengaku sebagai Gubernur Sulsel. Selain itu juga yang mengatasnamakan pejabat Pemprov.
"Jadi jika mendapat pesan yang mengaku Gubernur atau pejabat Pemprov lainnya dan meminta bantuan, mohon dikroscek dulu. Jangan langsung dipercaya," jelasnya.
Selain itu, Sukarniaty juga berharap agar masyarakat segera melaporkan ke pihak berwajib, jika ada perbuatan yang melawan hukum. Sebab, Pemprov Sulsel tidak bertanggungjawab atas segala bentuk kerugian yang ditimbulkan akibat penipuan tersebut.
Baca Juga : Pemkab Pinrang Terima Bantuan Pemprov Sulsel untuk Korban Angin Kencang di Larinsang
"Hati-hati. Jika ada yang meminta atau ada maksud tertentu atas nama Gubernur Sulsel, apapun alasannya itu tidak benar," imbaunya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News