PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (ratas) soal ketersediaan beras nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (31/1/2022).
Rapat tersebut dihadiri oleh tiga pejabat, yakni Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan Kepala Badan Pangan Arief Prasetyo. Namun, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tidak tampak hadir di istana.
Hal itu sebagaimana pantauan wartawan yang menunggu kehadiran para menteri di area pilar belakang Istana Negara. Dikutip dari liputan6, hingga rapat berakhir, tidak tampak kehadiran Menteri Syahrul Yasin Limpo.
Baca Juga : Jokowi Pakai Passapu di Rakernas PSI
Akan tetapi, Zulkifli Hasan, Budi Waseso dan Arief Prasetyo tampak bersama-sama usai ratas selesai.
Mentan SYL Tak Diundang.
Menurut Budi Waseso, yang diundang dalam rapat kali ini hanya mereka bertiga.
"Ya yang diundang saya cuma bertiga urusan beras ya, ini kan soal penyaluran, soal operasi pasar,” ujar Budi saat ditanya wartawan.
Baca Juga : Mantan Relawan Desak Jokowi Segera Bertobat
Dia menjelaskan, kehadirannya sebagai pihak yang bertanggung jawab melakukan operasi pasar. Kemudian, Zulkifli Hasan bertanggung jawab menjaga kestabilan harga beras. Adapun Arief Prasetyo diundang selaku analis kebijakan pangan.
Sementara Kementerian Pertanian tidak termasuk di dalamnya. Hanya ada Kementerian Perdagangan (Kemendag), Bulog, dan Badan Pangan Nasional.
"Ini kan operasi yang dimaksud Pak Presiden tadi, ini bagaimana melaksanakan operasi pasar. Operasi pasar kan stabilisasinya ada di Kemendag nih. Bulog pelaksanaannya. Badan Pangan Nasional yang pegang regulasinya, itu," lanjut Buwas.
Baca Juga : LISA Robot AI Milik UGM Hilang Setelah Sebut Jokowi Bukan Alumni UGM
Buwas Minta Ketidakhadiran SYL tak Dikaitkan dengan Apa pun
Dia pun meminta agar ketidakhadiran Mentan SYL ke Istana hari ini tak dikaitkan dengan isu apapun, termasuk wacana reshuffle yang akhir-akhir ini merebak di publik.
Menurutnya, Mentan berada di ranah produksi beras, sehingga tidak diundang ke rapat perihal penyaluran beras.
Baca Juga : DPR Cecar ANRI dan KPU soal Arsip Ijazah Jokowi
"Jadi jangan ke mana-mana pikirannya. Karena Mentan kan produksinya. Yang itu tadi kan yang diutamakan Presiden kan pendistribusiannya, ya kita bertiga yang tanggung jawab pendistribusiannya ini," tegasnya.
"Sekarang bantu saya untuk mendistribusikan itu tolong diawasi supaya target kita tercapai, tujuan negara dan masyarakat terlayani dengan baik, bisa membelikan beras dengan murah. Itu yang paling penting," sambung Buwas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News