PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melakukan intervensi penanganan miskin ekstrem di lima kabupaten. Yakni Kabupaten Pangkep, Bone, Jeneponto, Luwu Utara, dan Luwu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel, Andi Darmawan Bintang, mengungkapkan, Pemprov Sulsel melakukan tiga langkah intervensi untuk penanganan. Yakni, bagaimana mengurangi beban hidup, meningkatkan pendapatan, dan pengurangan kantong kemiskinan.
"Pengurangan beban hidup, seperti pemberian bantuan langsung tunai, kemudian jaminan kesehatan melalui BPJS, dan lain-lain," kata Darmawan, Rabu, 1 Februari 2023.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026
Darmawan menuturkan, untuk bantuan PBI BPJS Kesehatan, tahun ini Pemprov Sulsel menganggarkan dua kali lipat dari data yang ada. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi jika ada yang tidak tercover.
Sedangkan untuk peningkatan pendapatan, lanjut Darmawan Bintang, diberikan bantuan bibit hingga meningkatkan pengetahuan mereka untuk berwirausaha. Menurutnya, penanganan miskin ekstrem tidak boleh dilakukan secara sporadis.
"Sudah ada data by name by adress, sehingga penanganan itu sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.
Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov
Ia berharap, dengan tiga langkah intervensi tersebut, bisa menekan angka miskin ekstrem di daerah. Dalam pemberian bantuan keuangan ke daerah, juga sudah mengikutkan program tambahan, salah satunya adalah penanganan miskin ekstrem.
"Kita sudah punya rencana aksi daerah, dengan harapan tentunya miskin ekstrem ini bisa mendekati angka nol," imbuhnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News