PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Aliansi Umat Islam Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dijadwalkan bakal menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat (3/1/2023) hari ini.
Demontrasi tersebut imbas dari adanya aksi pembakaran kitab suci Alquran yang dilakukan oleh Rasmus Paludan di depan sebuah Mesjid di Denmark beberapa waktu lalu.
Bahkan sebelumnya, tindakan islamophobia itu pun juga pernah dilakukan pemimpin sayap kanan ini ketika membakar salinan Alquran di luar Kedutaan Besar Turki di ibu kota Swedia, Stockholm, pekan lalu.
Baca Juga : Skandal Taruhan Guncang Sepak Bola Turki, 1.000 Pemain Diskors!
Tidak hanya itu, dia juga mengumumkan akan terus membakar kitab suci umat Islam setiap Jumat hingga Swedia masuk dalam aliansi NATO.
Menurut Koordinator Lapangan, Ustadz Saifullah, aksi demonstrasi bela Alquran ini akan digelar di dua lokasi berbeda.
"Yaitu, dari Pelataran Masjid Agung/Stadion Mini Turatea menuju lapangan Pastur," kata Ustadz Saifullah kepada wartawan.
Baca Juga : Indonesia Resmi Beli 48 Jet Tempur KAAN dari Turki, Perkuat Pertahanan Udara Nasional
Rencananya, kata dia, aksi ini bakal diikuti oleh ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Jeneponto.
"Insya Allah, 200 orang lebih yang akan kami turunkan dengan aksi long march dan peserta aksi membawa Alquran, dengan pembacaan pernyataan sikap," ungkapnya.
Ia menegaskan lagi dan lagi Rasmus Paludan pemimpin Politikus sayap Kanan Denmark garis keras, yang juga berkewarganegaraan Swedia kembali mempertontonkan pelecehan dan pembakaran Alquran secara terang-terangan.
Baca Juga : Arab Saudi, Irak, Tukri, hingga Azerbaijan Tawarkan Bantuan Cari Heli Presiden Iran
"Wahai Umat terbaik, Wahai Ummat Muhammad, wahai para pewaris kepahlawanan Muhammad Al Fatih...Jangan Bungkam, Bangunlah dari tidur panjangmu, Ayo bangkit dan bergerak...!!!," tegasnya.
Kecaman Global
Ustadz Saufullah mengatakan kecaman global juga mengalir atas aksi tersebut. Seperti, Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson, mengutuk atas tindakan Paludan sebagai hal yang sangat tidak sopan, sementara AS menyebutnya "menjijikkan".
Baca Juga : Waspada! Turis Asal Turki di Bali Jadi Korban Penembakan
Penodaan Alquran ini pun memicu protes keras di dunia Muslim. Turki menyebut Paludan sebagai penipu yang membenci Islam dan mengutuk keras izin yang diberikan oleh pihak berwenang untuk tindakan provokatif ini, yang jelas-jelas merupakan kejahatan rasial.
Oleh sebab itu, Ustadz Saifullah berpesan kepada seluruh umat muslim di Butta Turatea agar ikut turun ke jalan mengecam dan mengutuk keras aksi provokatif yang dilakukan Rasmus.
"Tunjukkan Pembelaanmu terhadap Agamamu, Tunjukkan pembelaanmu terhadap Kemulian Kitab suci Al-Qur'an...Kami mengundang Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pimpinan Ormas, Tokoh Pemuda, kaum Muslimin dan Muslimat untuk bergabung dalam "Aksi Bela Al Qu'ran," pintanya.
Baca Juga : Indonesia-Turki akan Terus Kerja Sama Bantu Palestina
Meski begitu, Ustadz Saifullah meminta agar massa yang hadir nantinya tetap menjaga tata tertib.
"Aksi ini adalah aksi damai, tanpa kekerasan maka peserta dilarang membawa senjata tajam dan benda terlarang lainnya, dilarang merusak fasilitas umum, Menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News